Paskibraka sebagai laboratorium penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan pembentukan karakter bangsa

Refleksi dari proses pembinaan Paskibraka Kota Jayapura

Senin, 3 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jayapura, Dr. Nur Jaya, S.Pd., M.KP. (XTIFA/Istimewa)

 

Oleh: Dr. Nur Jaya, S.Pd., M.KP

 

SEBAGAI Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jayapura, saya mendapat kesempatan mendampingi secara langsung pembinaan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Jayapura Tahun 2026.

Pendampingan dimulai sejak rekrutmen, seleksi administrasi, tes kesehatan, tes kepribadian, seleksi kemampuan fisik, wawancara, hingga pemusatan latihan dan persiapan pelaksanaan tugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pengalaman ini menegaskan, Paskibraka lebih dari sekadar pasukan pengibar bendera, Paskibraka adalah sebuah “laboratorium” efektif untuk pembentukan karakter bangsa.

Paskibraka sebagai Implementasi Pendidikan Ideologi

Melalui pembekalan yang diberikan Kesbangpol pada kegiatan Capacity Building prapemusatan, ditegaskan Ideologi Pancasila tidak cukup dipahami sebagai nilai normatif.

Pancasila harus diinternalisasikan melalui pengalaman hidup yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak.

Dalam setiap aktivitas pembinaan, nilai-nilai Pancasila tampak nyata, pelaksanaan ibadah bersama mencerminkan sila pertama, disiplin waktu dan rasa tanggung jawab mencerminkan nilai kemanusiaan.

Serta, latihan bersama tanpa membedakan latar belakang mencerminkan Persatuan Indonesia, musyawarah untuk menyelesaikan persoalan mencerminkan sila keempat, kejujuran dan keadilan dalam tugas mencerminkan sila kelima.

Dengan demikian, Paskibraka menjadi ruang implementasi Pancasila dalam tindakan nyata, bukan sekadar hafalan.

Penguatan Wawasan Kebangsaan Melalui Pengalaman Kolektif

Kota Jayapura yang kaya keragaman budaya menjadi miniatur Indonesia. Calon Paskibraka berasal dari berbagai sekolah, suku, agama, dan latar belakang keluarga.

Baca Juga :  Sanitasi sebagai jembatan antara SPAM dan SPALD dalam satu rantai pelayanan sanitasi aman

Mereka belajar hidup bersama, bekerja sama, dan menyelesaikan tantangan kolektif tanpa sekat identitas, yang tumbuh adalah rasa memiliki terhadap satu tujuan, yaitu mengabdi kepada bangsa.

Pengalaman kolektif ini efektif membangun wawasan kebangsaan, menegaskan keberagaman adalah modal sosial untuk memperkuat persatuan.

Refleksi Empiris: Perubahan Karakter selama Pembinaan

Selama pendampingan, terlihat beberapa perubahan karakter penting. Pertama, Kedisiplinan: peserta menghargai waktu, mematuhi aturan, dan bertanggung jawab.

Kedua, Kesungguhan: latihan berulang mengajarkan ketekunan dan kerja keras. Ketiga, Loyalitas: tumbuh kepada tugas, tim, bangsa, dan nilai bersama.

Keempat, Kepemimpinan: kesempatan memimpin melatih pengambilan keputusan dan tanggung jawab. Kelima, Sikap melayani: menjadi Paskibraka dipahami sebagai pengabdian, bukan mencari penghormatan.

Perubahan ini terbentuk melalui proses panjang, konsisten, dan keteladanan pembina. Pembina berperan bukan hanya sebagai pengarah teknis, tetapi juga fasilitator pembentukan karakter yang menghadirkan ruang belajar aman, disiplin, dan inspiratif.

Kepribadian sebagai Fondasi Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Salah satu temuan penting adalah pembentukan tidak dimulai dari kepemimpinan formal, melainkan dari pembentukan kepribadian.

Pada tahapan Capacity Building, materi tentang kepribadian dan kepemimpinan menjadi dasar penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan.

Kepribadian menentukan cara berpikir, merasakan, bersikap, dan bertindak. Tanpa fondasi kepribadian yang baik, pelatihan fisik hanya menghasilkan keterampilan, bukan karakter.

Peserta dilatih mengenal diri, mengendalikan emosi, menghargai orang lain, menerima koreksi, membangun kepercayaan diri, dan menumbuhkan kerendahan hati.

Dalam perspektif psikologi perkembangan, perubahan perilaku yang berkelanjutan berawal dari perubahan aspek internal kesadaran diri, pengendalian diri, dan tanggung jawab pribadi, yang kemudian menjadi kebiasaan dan perilaku kolektif.

Baca Juga :  Kepemimpinan kepala sekolah dalam mendorong perubahan pendidikan di Papua

Disiplin, loyalitas, dan integritas berubah menjadi identitas, bukan sekadar kepatuhan eksternal. Kepemimpinan muncul secara alami melalui keteladanan, konsistensi, kepedulian, dan kesediaan melayani, berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Paskibraka sebagai Investasi Strategis Bangsa

Program Paskibraka adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Peserta yang hari ini berlatih adalah calon pemimpin masa depan di berbagai bidang.

Keberhasilan Paskibraka tidak boleh diukur hanya dari kesempurnaan formasi pada 17 Agustus. Ukuran sejati adalah ketika para purna Paskibraka terus memegang nilai-nilai Pancasila, menjaga integritas, mengutamakan kepentingan bangsa, dan menjadi teladan di masyarakat.

Peran Pembina dalam Menanamkan Nilai Kebangsaan

Keberhasilan pembinaan bergantung pada kualitas keteladanan pembina. Melalui latihan disiplin, pendidikan karakter, pembiasaan hidup bersama, dan internalisasi nilai kebangsaan, Paskibraka telah membuktikan dirinya sebagai laboratorium pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

Ke depan, pembinaan perlu diperkuat melalui sinergi pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat agar nilai-nilai yang ditanamkan tidak berhenti pada masa latihan, melainkan menjadi karakter yang terus hidup dalam perjalanan anggota Paskibraka sebagai generasi penerus bangsa.

Bagi saya, mendampingi Paskibraka bukan sekadar tugas formal sebagai Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa, ini adalah amanah untuk menanam benih kepemimpinan, nasionalisme, dan karakter Pancasila pada generasi muda Kota Jayapura.

Ketika kelak mereka berdiri di berbagai profesi dan tetap menjunjung integritas, disiplin, loyalitas, serta semangat mengabdi kepada bangsa, di situlah makna keberhasilan pembinaan Paskibraka sesungguhnya terlihat.

 

 

(Penulis adalah Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jayapura sekaligus pembina Paskibraka Kota Jayapura)

Berita Terkait

Dari Hentecahi untuk Indonesia: Manifestasi nilai Pancasila dalam pembentukan karakter generasi Port Numbay
Sanitasi sebagai jembatan antara SPAM dan SPALD dalam satu rantai pelayanan sanitasi aman
Pengaruh kompetensi, disiplin, dan budaya organisasi terhadap kinerja IKM di Kota Jayapura: Motivasi kerja jadi kunci
Pemuda adat: Jembatan emas, benteng budaya, dan aktor perubahan di antara dua dunia
Makna dana Otsus di tengah tantangan pendidikan Papua
Kunci yang belum diputar: Kepemimpinan kepala sekolah penentu nasib pendidikan Yapen
Bukan vonis melainkan diagnosis: Akreditasi berbasis kinerja dan keadilan pendidikan di Papua
Guru, TIK, dan media digital: Jalan baru meningkatkan efektivitas pembelajaran di SMA dan SMK Kota Jayapura
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:11

Dari Hentecahi untuk Indonesia: Manifestasi nilai Pancasila dalam pembentukan karakter generasi Port Numbay

Kamis, 17 September 2026 - 07:52

Sanitasi sebagai jembatan antara SPAM dan SPALD dalam satu rantai pelayanan sanitasi aman

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:00

Pengaruh kompetensi, disiplin, dan budaya organisasi terhadap kinerja IKM di Kota Jayapura: Motivasi kerja jadi kunci

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:23

Paskibraka sebagai laboratorium penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan pembentukan karakter bangsa

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:16

Pemuda adat: Jembatan emas, benteng budaya, dan aktor perubahan di antara dua dunia

Berita Terbaru

LT II Pramuka Muara Tami diikuti seluruh Gugus Depan di wilayah Kwartir Ranting Muara Tami pada upacara pembukaan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Muara Tami di SD Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Kamis, 29 Oktober 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ragam Berita

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:03

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H, mencanangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional, dengan melepas balon gas di udara, Sabtu, 31 Oktober 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ragam Berita

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Okt 2026 - 19:52