Pengaruh kompetensi, disiplin, dan budaya organisasi terhadap kinerja IKM di Kota Jayapura: Motivasi kerja jadi kunci

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Program Doktor llmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Cenderawasih Jayapura, Achmad Nur Saichul Ma'arif. (XTIFA/Istimewa)

Mahasiswa Program Doktor llmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Cenderawasih Jayapura, Achmad Nur Saichul Ma'arif. (XTIFA/Istimewa)

Oleh: Achmad Nur Saichul Ma’arif

 

 

INDUSTRI Kecil dan Menengah (IKM) merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi daerah, karena berperan dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, pengembangan produk lokal, dan penguatan aktivitas ekonomi daerah.

Di Kota Jayapura, IKM berkembang pada berbagai sektor, antara lain makanan dan minuman, pengolahan hasil perikanan, pengolahan hasil pertanian, kerajinan, fesyen, dan industri rumah tangga.

IKM tersebut tersebar di Distrik Jayapura Selatan, Distrik Jayapura Utara, Distrik Abepura, Distrik Heram, dan Distrik Muara Tami.

Penelitian terhadap 233 pelaku IKM di Kota Jayapura menemukan bahwa disiplin dan budaya organisasi berperan penting meningkatkan kinerja IKM, baik secara langsung maupun melalui peningkatan motivasi kerja.

Sementara itu, kompetensi terbukti meningkatkan kinerja secara langsung, tetapi tidak serta-merta menaikkan motivasi kerja.

Penelitian berjudul “Pengaruh Kompetensi, Disiplin, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja IKM yang Dimediasi oleh Motivasi Kerja di Kota Jayapura”, disusun oleh Achmad Nur Saichul Ma’arif dibimbing Yohanis Rante, Westim Ratang, dan Arius Kambu.

Pendekatan yang digunakan kuantitatif dengan metode survei dan analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) memakai SmartPLS 4.

Metode dan Sampel

Sampel purposive sebanyak 233 pelaku IKM diambil dari sekitar 555 unit usaha tercatat di Kota Jayapura pada 2026. Responden mewakili sektor makanan dan minuman, pengolahan hasil perikanan, kerajinan, dan fesyen.

Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert untuk menguji hubungan antara kompetensi, disiplin, budaya organisasi, motivasi kerja, dan kinerja IKM.

Baca Juga :  Supervisi manajerial oleh pengawas sekolah: Pengertian, tujuan, ruang lingkup, dan pendekatan

Temuan Utama

• Model menjelaskan 63,5% variasi motivasi kerja dan 86% variasi kinerja IKM.

• Kompetensi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja (koefisien 0,303), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (koefisien -0,011; p = 0,811). Motivasi kerja tidak memediasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja.

• Disiplin berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja (koefisien 0,494; p < 0,001) dan terhadap kinerja langsung (koefisien 0,213). Motivasi kerja memediasi pengaruh disiplin terhadap kinerja (efek tidak langsung 0,178; VAF 45,52%).

• Budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja (koefisien 0,428; p < 0,001) dan terhadap kinerja (koefisien 0,247). Motivasi kerja juga memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja (efek tidak langsung 0,154; VAF 38,40%).

• Motivasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja IKM (koefisien 0,346).

Analisis Singkat

Hasil menunjukkan perbedaan antara ability to perform (kompetensi) dan willingness to perform (motivasi).

Kompetensi teknis meningkatkan kemampuan pelaku usaha, tetapi tanpa dorongan motivasional dan lingkungan usaha yang mendukung, peningkatan kompetensi tidak otomatis mengubah perilaku atau motivasi.

Disiplin dan budaya organisasi bekerja melalui dua jalur, yaitu langsung membentuk perilaku kerja dan secara tidak langsung meningkatkan kinerja melalui peningkatan motivasi.

Kondisi IKM di Kota Jayapura

Penelitian mencatat kendala yang menghambat pengembangan IKM, yaitu keterbatasan penerapan kompetensi, lemahnya penguasaan teknologi produksi, kurangnya inovasi, keterbatasan pembiayaan, rendahnya kemampuan pemasaran digital, dan pengelolaan usaha yang belum profesional.

Baca Juga :  Sekolah berasrama dan pendidikan karakter: Pengalaman SMP–SMA Advent Doyo Baru membangun generasi unggul di Papua

Hanya 30% responden pernah mengikuti pelatihan kewirausahaan, dan sekitar 40% melaporkan menerapkan hasil pelatihan secara konsisten.

Rekomendasi Kebijakan

Berdasarkan temuan, peneliti merekomendasikan agar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan mengimplementasikan program pemberdayaan IKM yang lebih menyeluruh, meliputi:

• Pelatihan berbasis kebutuhan usaha dan pendampingan pasca-pelatihan agar keterampilan diterapkan.

• Penguatan disiplin usaha: pencatatan keuangan, jadwal produksi, pengendalian kualitas, dan pemenuhan pesanan.

• Pengembangan budaya usaha yang menekankan inovasi, mutu, kejujuran, dan pelayanan pelanggan.

• Program peningkatan motivasi: target usaha realistis, akses pasar, penghargaan, promosi produk, dan jejaring bisnis.

• Dukungan rantai hulu-hilir serta pendampingan digitalisasi, legalitas, dan akses pembiayaan.

Keterbatasan dan Agenda Riset Lanjutan

Karena desain cross-sectional, penelitian hanya menggambarkan kondisi pada satu periode.

Disarankan studi lanjutan longitudinal dan penambahan variabel seperti akses pembiayaan, digitalisasi, orientasi kewirausahaan, kepemimpinan, dan dukungan pasar untuk memperkaya pemahaman tentang determinan kinerja IKM.

Penutup

Penelitian ini menegaskan bahwa meningkatkan kinerja IKM di Kota Jayapura membutuhkan pendekatan integratif, yaitu menggabungkan peningkatan kompetensi teknis, penguatan disiplin dan budaya organisasi.

Serta, peningkatan motivasi, didukung oleh program berkelanjutan dari pemerintah dan pemangku kepentingan.

 

 

(Penulis adalah mahasiswa Program Doktor llmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Cenderawasih Jayapura)

Berita Terkait

Dari Hentecahi untuk Indonesia: Manifestasi nilai Pancasila dalam pembentukan karakter generasi Port Numbay
Sanitasi sebagai jembatan antara SPAM dan SPALD dalam satu rantai pelayanan sanitasi aman
Paskibraka sebagai laboratorium penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan pembentukan karakter bangsa
Pemuda adat: Jembatan emas, benteng budaya, dan aktor perubahan di antara dua dunia
Makna dana Otsus di tengah tantangan pendidikan Papua
Kunci yang belum diputar: Kepemimpinan kepala sekolah penentu nasib pendidikan Yapen
Bukan vonis melainkan diagnosis: Akreditasi berbasis kinerja dan keadilan pendidikan di Papua
Guru, TIK, dan media digital: Jalan baru meningkatkan efektivitas pembelajaran di SMA dan SMK Kota Jayapura
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:11

Dari Hentecahi untuk Indonesia: Manifestasi nilai Pancasila dalam pembentukan karakter generasi Port Numbay

Kamis, 17 September 2026 - 07:52

Sanitasi sebagai jembatan antara SPAM dan SPALD dalam satu rantai pelayanan sanitasi aman

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:00

Pengaruh kompetensi, disiplin, dan budaya organisasi terhadap kinerja IKM di Kota Jayapura: Motivasi kerja jadi kunci

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:23

Paskibraka sebagai laboratorium penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan pembentukan karakter bangsa

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:16

Pemuda adat: Jembatan emas, benteng budaya, dan aktor perubahan di antara dua dunia

Berita Terbaru

LT II Pramuka Muara Tami diikuti seluruh Gugus Depan di wilayah Kwartir Ranting Muara Tami pada upacara pembukaan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Muara Tami di SD Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Kamis, 29 Oktober 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ragam Berita

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:03

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H, mencanangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional, dengan melepas balon gas di udara, Sabtu, 31 Oktober 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ragam Berita

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Okt 2026 - 19:52