Ringkasan Berita
• Agar proses memuliakan murid lebih bermakna, memperkuat kompetensi pendidik, dan mengembangkan pembelajaran yang mendorong murid berpikir kritis, kreatif, dan mandiri.
• Guru tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menyusun rencana pembelajaran dan asesmen yang mendorong ketercapaian kompetensi mendalam murid.
• Asesmen terarah, sistematis, sesuai tujuan pembelajaran, dan kebutuhan murid serta selaras dengan pendekatan pembelajaran mendalam.
SEKOLAH Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, melatih guru untuk menyusun perencanaan dan asesmen pembelajaran mendalam.
Pelatihan lewat In House Training tahun pelajaran 2026/2027 ini berlangsung di lingkungan sekolah dari 22 s.d 24 Oktober 2026, diikuti seluruh tenaga pendidik.
Kepala SMPN 7 Jayapura, Fatah Gau, S.Pd, pelatihan ini merupakan upaya sekolah agar proses memuliakan murid yang lebih bermakna bagi murid.

Selain itu, memperkuat kompetensi pendidik dan mengembangkan praktik pembelajaran yang mendorong murid berpikir kritis, kreatif, dan mandiri.
Sehingga, pengalaman belajar di SMPN 7 Jayapura semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan murid di era sekarang.
“Kami ingin guru tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menyusun rencana pembelajaran dan asesmen yang mendorong ketercapaian kompetensi mendalam murid,” ujar Fatah, Jumat, 23 Oktober 2026.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd, menekankan pentingnya asesmen yang terarah, sistematis, serta sesuai tujuan pembelajaran dan kebutuhan murid.
Pelatihan juga dianggap penting untuk menyelaraskan perencanaan asesmen dengan pendekatan pembelajaran mendalam yang kini menjadi fokus peningkatan kualitas pendidikan
“Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu merancang asesmen secara terarah, sistematis, serta sesuai tujuan pembelajaran dan kebutuhan murid,” ujar Purnama.

Pengawas Pembina Disdikbud Kota Jayapura sekaligus narasumber, Hj. Amin Riati, S.Pd., M.Pd, mengatakan materi meliputi i konsep pembelajaran mendalam.
Serta, pengembangan kurikulum satuan pendidikan, penyusunan rencana pembelajaran mendalam, dan perencanaan asesmen terintegrasi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
“Penyampaian materi dilengkapi dengan diskusi kelompok dan praktik menyusun RPP serta instrumen asesmen, sehingga guru dapat langsung mempraktikkan teori yang diperoleh,” ujar Amin.
(La Ramah)











