Ringkasan Berita
• Perencanaan berbasis data valid agar program tepat sasaran dan sumber daya efisien; meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan sekolah.
• Bedah raport untuk membaca capaian pembelajaran murid secara menyeluruh, mengidentifikasi kekuatan/kelemahan tiap sekolah, dan menentukan intervensi.
• Analisis IRB agar membantu sekolah mengorganisasi data secara sistematis, mengidentifikasi masalah, merefleksikan praktik pembelajaran, dan merancang perbaikan berkelanjutan.
MUSYAWARAH Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kota Jayapura, Papua, menggelar pertemuan untuk menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2027, dengan pendekatan berbasis data.
Kegiatan yang berlangsung di SMP Kristen Kalam Kudus Jayapura, Kamis, 8 Oktober 2026, dihadiri kepala sekolah negeri dan swasta, pengawas pembina SMP.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Kepala Dinas, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, mengatakan perencanaan berbasis data untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan sekolah.
“Perencanaan yang baik harus berakar pada data valid, sehingga program yang dirancang tepat sasaran dan sumber daya dapat dimanfaatkan secara efisien,” ujar Purnama.

Sebagai Ketua MKKS, Purnama menambahkan agenda utama pertemuan meliputi bedah raport pendidikan, analisis IRB (Identitas, Refleksi, Benahi), serta penyusunan RKT.
Bedah raport dilakukan untuk membaca capaian pembelajaran siswa secara menyeluruh, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tiap sekolah, serta menentukan intervensi yang diperlukan.
Sesi analisis IRB dimaksudkan membantu sekolah mengorganisir data secara sistematis, baik mengumpulkan identitas masalah, melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran.
Serta, merancang perbaikan berkelanjutan agar setiap sekolah menghasilkan rencana kerja 2027 yang realistis dan dapat dimasukkan ke dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
“RKT yang disusun harus jelas prioritasnya, berbasis temuan data, dan siap diintegrasikan ke dalam RKAS untuk memastikan pendanaan serta pelaksanaan dapat terlaksana,” ujar Purnama.

Pertemuan ini dinilai memberikan kerangka kerja yang jelas untuk menyusun program sekolah dengan bukti yang kuat.
Peserta berdiskusi kelompok untuk menyusun prioritas program berdasarkan hasil bedah raport dan analisis IRB.
Beberapa isu yang muncul sebagai prioritas bersama meliputi peningkatan capaian literasi dan numerasi, dan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan terfokus.
“Harapan kami agar RKT 2027 yang dihasilkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan murid yang berkarakter, berbudaya, dan berprestasi,” ujar Purnama.
(La Ramah)











