Ringkasan Berita
• Mendukung pembelajaran lintas kurikulum, seperti bahasa, seni budaya, dan pendidikan karakter.
• Menjaring dan mengasah potensi murid di bidang kesenian, memberi ruang berlatih dan tampil bukan sekadar acara insidental, menyiapkan murid bersaing di tingkat lebih tinggi.
• Panggung Karya menjadi persiapan menuju Festival Lomba Seni dan Sastra Sekolah Nasional (FLS3N) 2027.
SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menggelar ”
“Panggung Karya” 2026, festival seni dan sastra di halaman sekolah, Kamis, 15 Oktober 2026.
Festival bertema “mengembangkan minat murid dalam seni dan sastra” dengan slogan “ketika kata menjadi cerita, gerakan menjadi makna dan suara menjadi karya”.
Kegiatan yang melibatkan 133 peserta dari kelas VII dan VIII ini diselenggarakan sebagai upaya menjaring dan mengasah potensi murid di bidang kesenian.
Beragam penampilan disuguhkan, mulai lomba tari kreasi yang memadukan gerak tradisional dan modern, pertunjukan musik esembel, menulis cerita, hingga sesi mendongeng yang menonjolkan kemampuan bercerita murid.
Tujuan festival untuk menjaring dan mengasah potensi murid di bidang kesenian serta memberi ruang berlatih dan tampil bukan sekadar acara insidental, namun siap bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.
“Kami ingin menjawab tantangan bahwa banyak murid punya potensi, namun kurang ruang untuk berlatih dan tampil,” ujar Ketua Panitia Panggung Karya, Abdul Soamole, S.Pd.
Kepala SMP Negeri 11 Jayapura, Feronika Floren Fraulaine, S.Pd, menegaskan pelaksanaan festival sejalan dengan komitmen sekolah untuk meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik murid.
“Kami berupaya membentuk murid yang unggul, berkarakter, mandiri, berbudi pekerti luhur, inklusif, dan inovatif, dengan tetap berpegang pada kearifan lokal. Kesenian merupakan media efektif untuk mengembangkan karakter dan keterampilan sosial anak,” ujar Feronika.
Panggung Karya juga difungsikan sebagai persiapan menuju Festival Lomba Seni dan Sastra Sekolah Nasional (FLS3N) 2027.
Seleksi internal melalui festival ini memberi kesempatan guru dan pembina untuk mengidentifikasi murid berprestasi dan memberi bimbingan intensif menjelang FLS3N.
Kegiatan ini juga mendukung pembelajaran lintas kurikulum, seperti bahasa, seni budaya, dan pendidikan karakter.
(La Ramah)











