Jaga mutu ikan tetap segar, Pemkot Jayapura sosialisasikan Cold Chain System untuk nelayan OAP

Selasa, 20 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, meresmikan sosialisasi Penerapan Sistem Rantai Dingin bagi pelaku usaha perikanan Orang Asli Papua, Selasa, 20 Oktober 2026. (XTIFA/QB)

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, meresmikan sosialisasi Penerapan Sistem Rantai Dingin bagi pelaku usaha perikanan Orang Asli Papua, Selasa, 20 Oktober 2026. (XTIFA/QB)

Ringkasan Berita

• Menjaga mutu hasil tangkapan tetap segar hingga ke tangan konsumen.

• Kualitas ikan menentukan nilai jual. Jika segar, harga tinggi dan pendapatan nelayan/penjual meningkat.

• Pelaku usaha dilarang menggunakan formalin dan boraks karena berbahaya bagi kesehatan dan merusak kepercayaan pasar.

 

UNTUK menjaga mutu hasil tangkapan tetap segar hingga ke tangan konsumen, Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan memberikan Sosialisasi Penerapan Sistem Rantai Dingin bagi 30 pelaku usaha perikanan Orang Asli Papua (OAP).

Sosialisasi berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura, Selasa (20/10/2026), dengan peserta terdiri dari nelayan, mama-mama penjual ikan, dan pengolah hasil perikanan yang berasal dari lima distrik di Kota Jayapura.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pemahaman rantai dingin atau cold chain system secara berkelanjutan.

Menurutnya, kualitas ikan sangat ditentukan sejak awal penangkapan di laut hingga proses penjualan. Penanganan yang salah akan menurunkan mutu dan merugikan nelayan itu sendiri.

Baca Juga :  5 distrik di Kota Jayapura teken komitmen perkuat Posyandu ILP

“Rantai dingin ini tidak boleh putus. Mulai dari laut, di atas perahu nelayan, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), sampai ke pasar semuanya harus menggunakan es. Kalau ikan tetap segar, nilai jualnya tinggi dan pendapatan nelayan serta penjual ikan juga meningkat,” tegas Rustan.

Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha tidak menggunakan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks untuk mengawetkan ikan. Selain membahayakan kesehatan konsumen, hal tersebut juga merusak kepercayaan pasar.

Untuk itu, Rustan meminta Dinas Perikanan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga melakukan pembinaan berkelanjutan termasuk bantuan peralatan rantai dingin agar pelaku usaha OAP lebih produktif.

Potensi perikanan Kota Jayapura, seperti ikan cakalang, tuna, dan ekor kuning, dinilai sangat besar dan berpeluang menembus pasar ekspor jika mutunya terjaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, S.ST.Pi., M.Si., mengungkapkan sosialisasi ini dilatarbelakangi masih ditemukannya praktik penanganan ikan yang kurang higienis di lapangan.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan gratis: Komitmen Komisi IX DPR RI di Kota Jayapura

Ia mencontohkan masih ada ikan yang diletakkan di lantai TPI Hamadi yang kotor, diseret saat dibongkar dari kapal, hingga disiram air biasa tanpa es di meja penjualan pasar tradisional.

“Ikan ini kan bahan pangan yang mudah sekali rusak. Kalau penanganannya tidak tepat sejak penangkapan sampai pengolahan, mutunya pasti turun. Karena itu sanitasi, higiene, dan rantai dingin ini penting untuk kita sosialisasikan,” jelas Matheys.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap pelaku usaha memahami cara penanganan ikan yang benar sekaligus konsumen semakin sadar akan pentingnya ikan yang ditangani dengan es agar tetap segar, awet, dan aman dikonsumsi.

Adapun narasumber yang hadir yakni Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi, Sekretaris Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan FMIPA Universitas Cenderawasih Vyona Mantayborbir, S.Pi., M.P., dan Inspektur Mutu Ahli Pertama pada Balai PPMHKP Jayapura Muhammad Fachrirozi, S.Pi.

 

(QB)

Berita Terkait

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter
PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional
5 distrik di Kota Jayapura teken komitmen perkuat Posyandu ILP
Dinkes Kota Jayapura perkuat layanan Posyandu melalui komitmen 6 SPM
PKBM ’Aisyiyah Surya Gemilang dorong SDM produktif lewat pelatihan menjahit
Wali Kota Jayapura rotasi pejabat OPD bersamaan dengan pelantikan Pj Sekda
Wali Kota Jayapura soroti kesenjangan realisasi fisik dan keuangan pada monitoring meja triwulan III
SMPN 2 Jayapura tanamkan cinta budaya dan bangsa lewat peringatan Sumpah Pemuda

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:03

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:52

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:50

5 distrik di Kota Jayapura teken komitmen perkuat Posyandu ILP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:06

Dinkes Kota Jayapura perkuat layanan Posyandu melalui komitmen 6 SPM

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:26

PKBM ’Aisyiyah Surya Gemilang dorong SDM produktif lewat pelatihan menjahit

Berita Terbaru

LT II Pramuka Muara Tami diikuti seluruh Gugus Depan di wilayah Kwartir Ranting Muara Tami pada upacara pembukaan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Muara Tami di SD Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Kamis, 29 Oktober 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ragam Berita

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:03

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H, mencanangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional, dengan melepas balon gas di udara, Sabtu, 31 Oktober 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ragam Berita

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Okt 2026 - 19:52