Inovasi es sticky milo dan gemblong pandan pada pangan lokal

Selasa, 9 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar inovasi es sticky milo. (Shopee)

 

Oleh: Dina Ijie, Aminius Hembusapong, Patrianus Marino, Piliton Telengen, Evalia Wenda, Salomina Lensru

 

SERINGKALI tugas perkuliahan dianggap hanya berakhir di meja dosen. Namun, dalam mata kuliah Komunikasi dan Presentase Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih, inilah titik inovasi berperan sebagai jembatan, bukan penghalang.

Berkat bimbingan Kurniawan Patma dan Maylen Kathrin Petra Kambuaya sebagai dosen pengampu, lahirlah inovasi baru tersebut yaitu es sticky milo dan gemblong pandan.

Bukan sekadar teori di atas kertas, kami memanifestasikan strategi pemasaran dan teknik persuasi melalui dua produk unik ini.

Pangan lokal bukan sekadar urusan perut, ia adalah identitas. Namun, identitas yang tidak beradaptasi akan sulit bertahan di era kompetisi global.

Dunia bisnis kuliner saat ini tidak hanya menjual rasa, tetapi juga “cerita” dan “visual”. Es sticky milo hadir sebagai evolusi dari minuman cokelat populer yang diberikan sentuhan tekstur sticky (lengket) yang memanjakan lidah.

Baca Juga :  Sinergi Dinkes, Komunitas, dan Jurnalis: Menuju Kota Jayapura ramah kelompok rentan HIV-TB

Sementara, produk gelombang pandan menawarkan nuansa tradisional yang dikemas secara modern, menonjolkan aroma pandan yang autentik dengan presentasi yang estetik.

Pemilihan kedua produk ini bukanlah tanpa alasan. Dalam kesepakatan bersama kelompok kami sedang melakukan branding produk yang kontras, namun saling melengkapi milo yang mewakili selera global, dan pandan yang mewakili kearifan lokal.

Dalam proses jualan ini, kami memetakan selera mahasiswa dan masyarakat sekitar yang menyukai minuman kekinian dengan harga terjangkau namun memiliki nilai tambah (keunikan tekstur).

Puncak dari tugas ini bukan hanya saat transaksi terjadi, melainkan bagaimana kami mampu berbicara di depan investor,
Publik (public speaking) diuji saat kami harus meyakinkan “investor” (dalam hal ini dosen dan konsumen) bahwa es sticky milo dan gelombang pandan memiliki potensi pasar yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Video: Purnawiyata dan pelepasan murid kelas IX SMP Negeri 2 Jayapura tahun ajaran 2025/2026

Kami belajar bahwa presentasi bisnis yang efektif tidak hanya soal slide yang bagus, tapi tentang integritas produk dan kepercayaan diri sang komunikator.

Keberhasilan menjual puluhan gelas dalam waktu singkat adalah bukti bahwa pesan bisnis yang kami sampaikan dapat diterima dengan baik oleh pasar.

Melalui tugas ini, kami menyadari bahwa komunikasi bisnis adalah jembatan antara ide kreatif dan keberhasilan ekonomi.

Produk usaha kami mungkin terlihat seperti minuman biasa, namun di baliknya terdapat proses belajar tentang negosiasi, strategi promosi, dan mentalitas kewirausahaan yang tangguh.

Kreativitas mahasiswa tidak boleh berhenti di ruang kelas. Ia harus berani turun ke jalan, menemui audiensnya, dan membuktikan bahwa teori yang dipelajari mampu menciptakan gelombang perubahan sekecil apa pun itu.

 

(Penulis adalah mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Cenderawasih Jayapura)

(ldr)

Berita Terkait

Dari Hentecahi untuk Indonesia: Manifestasi nilai Pancasila dalam pembentukan karakter generasi Port Numbay
Sanitasi sebagai jembatan antara SPAM dan SPALD dalam satu rantai pelayanan sanitasi aman
Pengaruh kompetensi, disiplin, dan budaya organisasi terhadap kinerja IKM di Kota Jayapura: Motivasi kerja jadi kunci
Paskibraka sebagai laboratorium penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan pembentukan karakter bangsa
Pemuda adat: Jembatan emas, benteng budaya, dan aktor perubahan di antara dua dunia
Makna dana Otsus di tengah tantangan pendidikan Papua
Kunci yang belum diputar: Kepemimpinan kepala sekolah penentu nasib pendidikan Yapen
Bukan vonis melainkan diagnosis: Akreditasi berbasis kinerja dan keadilan pendidikan di Papua

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:11

Dari Hentecahi untuk Indonesia: Manifestasi nilai Pancasila dalam pembentukan karakter generasi Port Numbay

Kamis, 17 September 2026 - 07:52

Sanitasi sebagai jembatan antara SPAM dan SPALD dalam satu rantai pelayanan sanitasi aman

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:00

Pengaruh kompetensi, disiplin, dan budaya organisasi terhadap kinerja IKM di Kota Jayapura: Motivasi kerja jadi kunci

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:23

Paskibraka sebagai laboratorium penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan pembentukan karakter bangsa

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:16

Pemuda adat: Jembatan emas, benteng budaya, dan aktor perubahan di antara dua dunia

Berita Terbaru

LT II Pramuka Muara Tami diikuti seluruh Gugus Depan di wilayah Kwartir Ranting Muara Tami pada upacara pembukaan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Muara Tami di SD Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Kamis, 29 Oktober 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ragam Berita

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:03

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H, mencanangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional, dengan melepas balon gas di udara, Sabtu, 31 Oktober 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ragam Berita

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Okt 2026 - 19:52