Dari camilan sederhana menjadi favorit banyak orang

Selasa, 9 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi foto camilan dari olahan buah pisang. (Kompas.com)

 

Oleh: Marthina Jenbemuk Margaretha Wayoi, Nining Anggraieni, Asmiranda, Harlisa Salsabila, Melianus Nuw, Natalia Kogoya

 

DI UNIVERSITAS Cenderawasih, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi Semester 4, kami mendapatkan mata kuliah Komunikasi dan Presentasi Bisnis yang diajarkan oleh Kurniawan Patma.

Dalam mata kuliah ini, kami diberikan tugas untuk menjadi pelaku usaha UMKM di lingkungan sekitar kampus, khususnya di kantin FEB, dalam bentuk kelompok yang terdiri dari 5 s.d 6 orang.

Dalam tugas ini, kami menjalankan sebuah usaha UMKM yang kami beri nama “BananaHolic.”

Nama “BananaHolic” merupakan bentuk dedikasi kami terhadap kekayaan pangan lokal. Di Indonesia Timur, khususnya Papua, buah pisang merupakan salah satu simbol ketahanan pangan.

Kami ingin membawa kecintaan masyarakat Papua terhadap pisang ke tingkat yang lebih modern, sehingga siapa pun yang mencicipinya akan menjadi “pecandu” (holic) terhadap kualitas hasil bumi tanah air kita sendiri.

Pisang menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk bagi kami sebagai mahasiswa.

Dengan bahan baku yang mudah didapat serta proses pembuatan yang tidak terlalu sulit, usaha ini dapat dijalankan dengan modal yang relatif kecil.

Selain itu, camilan berbahan dasar pisang juga memiliki pasar yang luas karena disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Baca Juga :  Guru, TIK, dan media digital: Jalan baru meningkatkan efektivitas pembelajaran di SMA dan SMK Kota Jayapura

Untuk memulai usaha tersebut, setiap anggota kelompok mengumpulkan modal sebesar Rp 100.000, sehingga terkumpul dana untuk membeli bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan.

Kami juga membuat banner (media promosi) yang berisi daftar menu yang kami jual, serta stiker logo yang ditempelkan pada setiap kemasan produk kami.

Proses pembuatan produk cukup sederhana. Pisang yang telah dipilih kemudian dipotong menjadi empat bagian, dan ada juga yang diiris tipis berbentuk bulat. Setelah itu, pisang digoreng hingga berwarna keemasan dan memiliki tekstur renyah di bagian luar.

Selanjutnya, pisang disajikan dengan berbagai topping yang menambah cita rasa.
Produk yang kami jual antara lain “Crichips”, yaitu pisang yang diiris tipis lalu digoreng hingga berwarna keemasan dengan varian rasa original dan cokelat.

Selain itu, kami juga menjual “Roll Me”, yaitu pisang yang digulung menggunakan kulit lumpia, kemudian digoreng hingga keemasan dan ditaburi topping rasa cokelat dan tiramisu.

Kami juga menyediakan minuman “Iced Lemon Tea” sebagai pelengkap. Perpaduan antara pisang yang manis dan topping yang beragam menjadikan camilan ini menarik dan tidak membosankan, sehingga diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Selain variasi rasa, tampilan penyajian juga menjadi hal penting dalam usaha produk kami. Produk disajikan dalam kemasan yang menarik seperti box, standing pouch, serta plastik cup untuk minuman, sehingga praktis untuk dibawa dan cocok dijadikan camilan saat bersantai.

Baca Juga :  Sekolah berasrama dan pendidikan karakter: Pengalaman SMP–SMA Advent Doyo Baru membangun generasi unggul di Papua

Kemasan yang menarik juga dapat meningkatkan nilai jual produk serta memudahkan kami dalam melakukan promosi melalui teman, kerabat, dan media sosial. Dari penjualan produk tersebut, kami mendapatkan tanggapan yang cukup baik dari para pembeli.

Namun, masih ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki ke depannya agar penjualan produk kami dapat lebih diminati oleh masyarakat. Produk ini memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai usaha kuliner yang menguntungkan.

Inovasi sederhana dari olahan pisang ini tidak hanya memberikan pilihan camilan yang lezat bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan pendapatan.

Menjadi pelaku UMKM, khususnya bagi kami sebagai mahasiswa, kami memiliki kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan kemampuan berwirausaha sejak dini.

Dengan menjalankan usaha, kami tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, dan kreativitas.

Selain itu, pengalaman ini membantu kami memahami cara melihat peluang bisnis, mengelola produk, melakukan pemasaran, serta menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha.

Pengalaman tersebut sangat bermanfaat untuk melatih jiwa kewirausahaan sejak dini.

 

 

(Penulis adalah mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Cenderawasih Jayapura)

(ldr)

Berita Terkait

Dari Hentecahi untuk Indonesia: Manifestasi nilai Pancasila dalam pembentukan karakter generasi Port Numbay
Sanitasi sebagai jembatan antara SPAM dan SPALD dalam satu rantai pelayanan sanitasi aman
Pengaruh kompetensi, disiplin, dan budaya organisasi terhadap kinerja IKM di Kota Jayapura: Motivasi kerja jadi kunci
Paskibraka sebagai laboratorium penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan pembentukan karakter bangsa
Pemuda adat: Jembatan emas, benteng budaya, dan aktor perubahan di antara dua dunia
Makna dana Otsus di tengah tantangan pendidikan Papua
Kunci yang belum diputar: Kepemimpinan kepala sekolah penentu nasib pendidikan Yapen
Bukan vonis melainkan diagnosis: Akreditasi berbasis kinerja dan keadilan pendidikan di Papua

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:11

Dari Hentecahi untuk Indonesia: Manifestasi nilai Pancasila dalam pembentukan karakter generasi Port Numbay

Kamis, 17 September 2026 - 07:52

Sanitasi sebagai jembatan antara SPAM dan SPALD dalam satu rantai pelayanan sanitasi aman

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:00

Pengaruh kompetensi, disiplin, dan budaya organisasi terhadap kinerja IKM di Kota Jayapura: Motivasi kerja jadi kunci

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:23

Paskibraka sebagai laboratorium penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan pembentukan karakter bangsa

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:16

Pemuda adat: Jembatan emas, benteng budaya, dan aktor perubahan di antara dua dunia

Berita Terbaru

LT II Pramuka Muara Tami diikuti seluruh Gugus Depan di wilayah Kwartir Ranting Muara Tami pada upacara pembukaan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Muara Tami di SD Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Kamis, 29 Oktober 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ragam Berita

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:03

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H, mencanangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional, dengan melepas balon gas di udara, Sabtu, 31 Oktober 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ragam Berita

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Okt 2026 - 19:52