Ringkasan Berita
• Penyusunan SKP dan pengisian E-Kinerja diharapkan mencerminkan pekerjaan nyata dan kontribusi terhadap tujuan sekolah, bukan sekadar dokumen administratif.
• Memperkuat budaya kerja ASN yang profesional, terukur, dan berorientasi pada hasil khususnya di lingkungan SMP Negeri 9 Jayapura.
• Kinerja guru dan tenaga kependidikan diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, dari penyusunan perangkat pembelajaran hingga layanan administrasi dan pengelolaan sarana prasarana.
SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menyosialisasikan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan E‑Kinerja sebagai upaya memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Kegiatan berlangsung di Hotel Horison Ultima Entrop, Senin, 28 September 2026, dihadiri guru, tenaga kependidikan, serta tamu undangan dari lima sekolah di Kota Jayapura, yakni SMP Negeri 3 Jayapura, SMP Negeri 5 Jayapura, SMP Taruna Mulia, SMP Advent Argapura, dan SMP 45 Entrop.
Hadir juga Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Beatrixy Esye, S.H, mewakili Kepala Dinas, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd.
Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan sosialisasi bukan sekadar pembelajaran teknis mengisi aplikasi SI ASN BKN dan E‑Kinerja, tapi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang bertanggung jawab dan menghasilkan dampak nyata bagi mutu layanan pendidikan.
“Kita ingin kinerja ASN tidak hanya terpenuhi secara administratif, tetapi mampu direncanakan, dilaksanakan, didokumentasikan, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan,” ujar Panjaitan.
Panjaitan mengaitkan pentingnya SKP dan E‑Kinerja dengan Rapor Pendidikan/Raport Mutu SMPN 9 Jayapura Tahun 2025.
Hasil rapor tersebut, ujar Panjaitan, seharusnya menjadi cermin bagi perbaikan, bukan sekadar laporan akhir.
Selain itu, beberapa aspek yang perlu diperkuat berdasarkan rapor antara lain literasi dan numerasi murid, pembelajaran yang lebih mendalam dan sesuai kebutuhan murid.
Serta, penguatan karakter, pemanfaatan data asesmen, serta peningkatan kemampuan guru dalam refleksi, kolaborasi, dan inovasi pembelajaran.
Menurut Panjaitan, setiap program sekolah mesti terkait jelas dengan kebutuhan yang teridentifikasi.
“Di sinilah pentingnya SKP dan E‑Kinerja. Kinerja guru dan tenaga kependidikan harus diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan: dari penyusunan perangkat pembelajaran hingga layanan administrasi dan pengelolaan sarana prasarana,” ujar Panjaitan.
Panjaitan menekankan peningkatan mutu bukan tanggung jawab kepala sekolah semata, melainkan tugas bersama seluruh unsur sekolah.

Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Beatrixy Esye, S.H, mewakili Kepala Dinas, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, menekankan pentingnya peningkatan kinerja melalui pemahaman SKP.
Serta, pemanfaatan SI ASN BKN, penggunaan E‑Kinerja, penguatan bahasa ibu, serta pemanfaatan papan informasi digital (PID) di lingkungan tenaga kependidikan.
“Penyusunan SKP dan pengisian E‑Kinerja diharapkan mencerminkan pekerjaan nyata dan kontribusi terhadap tujuan sekolah, bukan sekadar dokumen administratif,” ujar Beatrixy.
Beatrixy mengajak seluruh peserta membangun pola pikir, agar kinerja harus memberikan dampak bagi peningkatan mutu sekolah.
Ia juga mengajak untuk mengembangkan budaya kerja yang profesional, kolaboratif, akuntabel, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada pelayanan dan hasil.
“Jangan sampai SKP hanya menjadi dokumen yang disusun untuk memenuhi kewajiban, tetapi tidak mencerminkan pekerjaan dan hasil yang sesungguhnya,” ujar Beatrixy.
(La Ramah)











