Ringkasan Berita
• Menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum dalam menumbuhkan kepedulian dan semangat spiritual.
• Bukan sekadar pamer materi, melainkan bukti nyata rasa persaudaraan, silaturahmi, dan kepedulian sosial.
• Pendidikan sejati bukan hanya tentang kepintaran akademik, tetapi tentang memiliki hati, empati, dan kepedulian (akhlak menjadi cahaya yang membuat ilmu bermakna).
KELUARGA besar SMP Negeri 9 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menggelar bakti sosial sekaligus silaturahmi di Panti Asuhan Muhammadiyah Arso 10, Kabupaten Keerom, Jumat, 28 Agustus 2026.
Kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mengangkat tema “Menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momentum dalam Menumbuhkan Kepedulian dan Semangat Spiritual”.
Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan kedatangan rombongan bukan untuk menunjukan kelebihan materi, melainkan sebagai bukti rasa persaudaraan dan kepedulian.
“Kehadiran kita di tempat ini bukanlah untuk menunjukkan bahwa kita lebih mampu atau lebih memiliki. Kita datang sebagai satu keluarga, satu saudara, dan sesama hamba Allah SWT,” ujar Panjaitan.

Kesempatan tersebut, murid, guru, dan rombongan sekolah menyerahkan bantuan berupa paket kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, serta kegiatan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan.
Diharapkan bantuan yang sederhana tersebut mampu menyampaikan pesan moral yang lebih besar, yakni pentingnya saling tolong-menolong dan menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pendidikan yang sesungguhnya bukan hanya tentang menjadi anak yang pintar, tetapi juga tentang menjadi manusia yang memiliki hati, empati, dan kepedulian,” ujar Panjaitan.
Panjaitan menekankan prestasi akademik memang penting, namun akhlak dan kepedulian adalah cahaya yang membuat ilmu menjadi bermakna.
Menurutnya, ketika memiliki kelebihan, sudah sepantasnya dibagi, ketika diberi kekuatan, harus digunakan untuk menolong, dan ketika diberi kebahagiaan, hadirkan kebahagiaan itu bagi orang lain.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diwarnai dengan sesi kebersamaan antara murid dan pengurus serta anak-anak panti.
Kegiatan permainan edukatif dan berbagi cerita menjadi momen hangat yang mempererat hubungan emosional antara para peserta dan penghuni panti.

“Pengalaman ini tidak sekadar terekam dalam foto dan kenangan, tetapi juga tertanam kuat dalam hati tiap peserta sehingga menumbuhkan kebiasaan berempati dan beramal,” ujar Panjaitan.
Pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Arso 10, Supriyadi, mengapresiasi kunjungan dan bantuan yang diberikan.
“Kami berharap silaturahmi antara panti asuhan dan SMPN 9 Jayapura dapat terus terjalin, tidak hanya pada momen peringatan keagamaan, tetapi juga melalui kolaborasi berkelanjutan yang mendukung kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak panti,” ujar Supriyadi.
(La Ramah)











