Ringkasan Berita
• Wali kota menekankan tiga aspek penting, yaitu moral, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme (cinta tanah air) kepada para anggota Paskibraka.
• Anggota Paskibraka diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda di Kota Jayapura, baik dalam prestasi, disiplin, maupun moral yang tidak hanya saat bertugas mengibarkan bendera, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
• Paskibraka tidak sekadar menghasilkan penampilan yang rapi, tetapi membentuk insan muda berintegritas dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
WALI KOTA Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., menekankan pentingnya moral, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme saat mengukuhkan 30 anggota Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tahun 2026.
Pengukuhan berlangsung di Kantor Wali Kota Jayapura, Sabtu, 15 Agustus 2026, menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke -81.

“Kalian diharapkan mampu menjadi contoh dalam prestasi, kedisiplinan, dan moral, serta menunjukkan semangat cinta tanah air,” ujar wali kota.
Wali kota berharap agar para anggota Paskibraka tidak hanya tampil prima pada momen pengibaran bendera, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda di Kota Jayapura.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jayapura, Dr. Nur Jaya, S.Pd., M.KP., mengatakan anggota Paskibraka yang dikukuhkan telah melalui proses seleksi dan pembinaan.
Peserta telah mengikuti prapemusatan lebih dari dua bulan, kemudian melanjutkan latihan pemusatan selama dua minggu sebelum pengukuhan untuk mengasah keterampilan teknis pengibaran bendera sekaligus membangun karakter dan disiplin para anggota.
Pelatihan yang berlangsung intensif mencakup aspek teknik baris-berbaris, prosedur pengibaran bendera pusaka, kebugaran fisik, serta pembinaan mental dan etika.

“Tujuan pelatihan bukan hanya menghasilkan penampil yang rapi dan terlatih, tetapi juga insan muda yang memiliki integritas dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan,” ujar Dr. Nur Jaya.
Kehadiran Paskibraka yang terlatih diharapkan memberi warna pada prosesi pengibaran bendera dan menginspirasi warga, khususnya generasi muda.
Termasuk pengembangan diri lebih luas, seperti bidang pendidikan dan kepemimpinan untuk menghidupi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
(La Ramah)











