PAPEDA Summit 2026 di Sorong Tekankan Peran Adat dalam Pembangunan

Rabu, 2 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PAPEDA Summit 2026, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si., mendampingi Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., serta tamu undangan lainnya saat pembukaan PEPEDA Summit 2026 di Gedung Lambertus Jitmau, Rabu, 2 September 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ketua PAPEDA Summit 2026, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si., mendampingi Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., serta tamu undangan lainnya saat pembukaan PEPEDA Summit 2026 di Gedung Lambertus Jitmau, Rabu, 2 September 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ringkasan Berita

• Fokus mendorong percepatan pengakuan dan perlindungan hutan adat, perhutanan sosial, serta penguatan tata kelola wilayah pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil.

• Platform yang mempertemukan lintas sektor (adat, sipil, akademisi, swasta, pemerintah) untuk mendorong transformasi menuju ekonomi regeneratif di Tanah Papua.

• Masyarakat adat tidak boleh sekadar menjadi penerima manfaat (beneficiaries), melainkan harus menjadi pemegang peran kuat/aktor utama dalam menentukan pengelolaan wilayah dan SDA.

 

PEMERINTAH Provinsi Papua Barat Daya bersama lebih dari 50 organisasi masyarakat sipil dan mitra pembangunan menggelar PAPEDA Summit 2026 (Papua Action for Development, Economy, and Sustainable Nature) pada 2 s.d 4 September 2026 di Kota Sorong.

Forum tiga hari yang berlangsung di Gedung Lambertus Jitmau mengangkat semangat “Celebrating Papua Action for People, Environment, and Sustainable Development” dan menempatkan masyarakat adat, alam, serta budaya sebagai fondasi pembangunan Tanah Papua.

Ketua PAPEDA Summit 2026, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si., dalam rilisnya Rabu, 2 September 2026 mengatakan kegiatan ini diikuti sekitar 1.030 peserta yang berasal dari pemerintah pusat dan daerah.

Serta, masyarakat adat, akademisi, sektor swasta, lembaga riset, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, serta komunitas internasional.

Baca Juga :  Kolaborasi dan pengakuan hak adat jadi kunci pembangunan Papua
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., menyampaikan sambutan saat pembukaan PEPEDA Summit 2026 di Gedung Lambertus Jitmau, Rabu, 2 September 2026. (XTIFA/Istimewa)

Rangkaian kegiatan meliputi lima sesi pleno, 15 sesi paralel, sekitar 100 pembicara dan moderator, PAPEDA Expo, serta kunjungan lapangan ke kawasan hutan adat dan inisiatif berbasis komunitas.

“Penyelenggaraan PAPEDA Summit lahir dari serangkaian pertemuan gubernur di Manokwari dan Timika serta pertemuan lebih dari 50 organisasi masyarakat sipil di Jayapura pada Maret 2026,” ujar Julian.

Kesepakatan dari pertemuan tersebut, lanjut Julian, menekankan perlunya platform strategis yang mempertemukan masyarakat adat, organisasi masyarakat sipil.

Serta, akademisi, swasta, mitra pembangunan, dan pemerintah untuk mendorong transformasi menuju ekonomi yang lebih regeneratif di Tanah Papua.

Tanah Papua diungkap sebagai salah satu bentang ekosistem utuh terbesar di Indonesia, dengan sekitar 34,2 juta hektare hutan primer, 1,6 juta hektare mangrove.

Selain itu, lokasi di jantung Coral Triangle, serta rumah bagi lebih dari enam juta penduduk dan ratusan komunitas adat dengan lebih dari 300 bahasa.

Kondisi ini, menurut Julian, menempatkan Tanah Papua pada posisi strategis untuk mengembangkan model pembangunan yang memanfaatkan kekayaan alam dan kearifan lokal, termasuk agroforestri, perikanan berkelanjutan, ekowisata, dan jasa lingkungan.

Baca Juga :  Beredar luas video AI Prof. Djokosoetono, Mintarsih: Faktanya tidak seperti itu

Salah satu fokus penting summit adalah memastikan masyarakat adat bukan sekadar penerima manfaat, melainkan pemegang peran kuat dalam menentukan pengelolaan wilayah dan sumber daya alam.

Forum ini mendorong percepatan pengakuan dan perlindungan hutan adat serta perhutanan sosial, serta penguatan tata kelola wilayah pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., menyampaikan sambutan saat pembukaan PEPEDA Summit 2026 di Gedung Lambertus Jitmau, Rabu, 2 September 2026. (XTIFA/Istimewa)

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., menegaskan agar PAPEDA Summit menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Papua.

“Kehadiran kita yang begitu banyak harus memberi dampak yang lebih luas. Setelah pertemuan ini, kita harus tetap berkomitmen membangun Tanah Papua dan memperkuat kolaborasi,” ujar Elisa.

Gubernur juga menyatakan komitmen pemerintah provinsi membantu pemetaan wilayah adat dan percepatan pengakuan hak atas tanah masyarakat adat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., sebagai salah satu keynote speaker menegaskan pembangunan di Papua harus memberi ruang kuat bagi masyarakat adat dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh mereka.

“Pembangunan dan pemerataan harus melibatkan masyarakat adat dan memastikan mereka menerima manfaat. Kalau tidak memberikan manfaat kepada masyarakat, maka pembangunan itu perlu kita pertanyakan,” ujar Zulkifli.

(La Ramah)

Berita Terkait

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter
PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional
5 distrik di Kota Jayapura teken komitmen perkuat Posyandu ILP
Dinkes Kota Jayapura perkuat layanan Posyandu melalui komitmen 6 SPM
PKBM ’Aisyiyah Surya Gemilang dorong SDM produktif lewat pelatihan menjahit
Wali Kota Jayapura rotasi pejabat OPD bersamaan dengan pelantikan Pj Sekda
Wali Kota Jayapura soroti kesenjangan realisasi fisik dan keuangan pada monitoring meja triwulan III
SMPN 2 Jayapura tanamkan cinta budaya dan bangsa lewat peringatan Sumpah Pemuda

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:03

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:52

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:50

5 distrik di Kota Jayapura teken komitmen perkuat Posyandu ILP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:06

Dinkes Kota Jayapura perkuat layanan Posyandu melalui komitmen 6 SPM

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:26

PKBM ’Aisyiyah Surya Gemilang dorong SDM produktif lewat pelatihan menjahit

Berita Terbaru

LT II Pramuka Muara Tami diikuti seluruh Gugus Depan di wilayah Kwartir Ranting Muara Tami pada upacara pembukaan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Muara Tami di SD Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Kamis, 29 Oktober 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ragam Berita

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:03

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H, mencanangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional, dengan melepas balon gas di udara, Sabtu, 31 Oktober 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ragam Berita

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Okt 2026 - 19:52