Ketua MGMP PAI SMA/SMK Kota Jayapura, Idam Setiawan, S.Pd.I., M.Pd., berpose dengan narasumber dan peserta pada pertemuan MGMP PAI SMA/SMK Kota Jayapura, Jumat, 31 Juli 2026. (XTIFA/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Fokus utamanya adalah membedah Capaian Pembelajaran (CP) terbaru serta merumuskan langkah menurunkannya menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Analisis Tujuan Pembelajaran (ATP).
• Pertemuan ini merespons regulasi terbaru, yaitu perubahan Capaian Pembelajaran (CP) berdasarkan keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 020 Tahun 2026 tentang perubahan atas Kepka BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
• Pertemuan menekankan pentingnya monitoring, pendampingan, dan evaluasi untuk memastikan implementasi kurikulum baru berjalan efektif dan berkelanjutan, guna menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik sekaligus kuat karakter kebangsaan.
MUSYAWARAH Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk jenjang SMA/SMK se-Kota Jayapura menggelar pertemuan rutin yang fokus membedah Capaian Pembelajaran (CP) terbaru.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Jumat, 31 Juli 2026, sekaligus merumuskan langkah teknis untuk menurunkannya menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Analisis Tujuan Pembelajaran (ATP).
Ketua MGMP PAI SMA/SMK Kota Jayapura, Idam Setiawan, S.Pd.I., M.Pd., menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap regulasi baru yang diatur dalam keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 020 Tahun 2026 tentang perubahan atas Kepka BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
Menurut Idam, perubahan CP menuntut adaptasi kurikulum dan praktik pembelajaran agar menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berbudi pekerti dan memiliki karakter sesuai profil pelajar Pancasila.
“Kita tidak sekadar mentransfer materi, melainkan membentuk karakter murid sesuai profil pelajar Pancasila. Oleh karena itu, analisis CP harus dilanjutkan dengan penurunan ke TP yang konkret dan ATP yang aplikatif di kelas,” ujar Idam.
Idam menjelaskan, narasumber dalam pertemuan zoom, Dwi Priyana, S.Ag., M.Pd., memaparkan sejumlah hal teknis yang menjadi fokus diskusi.
Materi meliputi pemahaman terhadap CP terbaru sebagaimana tercantum dalam keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 020 Tahun 2026 tentang perubahan atas Kepka BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, strategi analisis untuk menurunkan CP menjadi TP yang terukur serta penyusunan ATP yang sistematis, relevan, dan kontekstual dengan kondisi peserta didik di Papua.
Narasumber juga mengulas model-model penyusunan ATP, termasuk pendekatan mandiri, adaptif, dan berbasis buku ajar, sehingga guru diajak untuk memilih model yang paling sesuai dengan karakteristik sekolah dan kebutuhan murid.
Serta, mengombinasikan beberapa model bila diperlukan. Diskusi juga menyoroti peran dan tantangan MGMP dalam proses analisis CP, TP, dan ATP.
Sehingga, proses kurikuler baru dapat diimplementasikan secara efektif, menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik dan kuat dalam karakter kebangsaan sesuai nilai-nilai Pancasila.
Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kota Jayapura, Siti Maimunah, S.E., menekankan dukungan Kementerian Agama terhadap upaya MGMP untuk menyusun perangkat pembelajaran yang sistematis dan kontekstual.
Siti juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara guru dan pengawas dalam memastikan implementasi CP yang selaras dengan tujuan nasional pendidikan.
“Model ATP harus fleksibel. Di satu sisi kita perlu standar agar pencapaian seragam, di sisi lain kita harus responsif terhadap keragaman konteks lokal,” ujar Siti.
Selain itu, Siti menegaskan agar MGMP
PAI SMA/SMK menekankan pentingnya tindak lanjut berupa monitoring, pendampingan, dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan implementasi.
(La Ramah)











