Ringkasan Berita
• Perayaan Dies Natalis ke-17 organisasi Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI).
• Gubernur Papua menekankan pentingnya peran generasi muda Papua yang cerdas dan berkarakter, namun tetap memegang teguh jati diri dan kearifan lokal.
• Pemprov Papua mendorong BMP RI terus memperkuat pendidikan kebangsaan, pembinaan kepemimpinan pemuda, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
PERAYAAN Dies Natalis ke-17 organisasi Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) tahun ini dipusatkan di Rumah Kebangsaan Batas Kota Waena, Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Jumat, 16 Oktober 2026.
Momentum ini menjadi ajang memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus memperkokoh sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat di Tanah Papua.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua BMP RI Provinsi Papua, Max Abner Ohee, unsur Forkopimda Papua, perwakilan TNI-Polri, para kepala suku, ondoafi, tokoh adat, tokoh agama, serta keluarga besar pendiri organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua BMP RI Papua, Max Abner Ohee, menyampaikan kilas balik sejarah pergerakan organisasi yang berakar dari semangat perjuangan hak-hak masyarakat adat Papua sejak era 1963.
Ia secara khusus menceritakan bagaimana BMP RI secara konsisten memperjuangkan hak konstitusi masyarakat adat agar mendapatkan ruang keterwakilan legislatif di parlemen.
Termasuk melalui jalur hukum di Mahkamah Konstitusi pada tahun 2009 hingga akhirnya resmi terdaftar sebagai organisasi legal demi mengawal aspirasi Orang Asli Papua (OAP).

Sementara itu, Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, S.I.K.,S.H.,M.H, yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua, Elpius Hugi, S.Pd., M.A, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi BMP RI selama 17 tahun terakhir sebagai wadah resmi organisasi.
Saat membacakan sambutan tertulis Gubernur, Elpius mengajak seluruh elemen untuk menyatukan visi dalam mendukung program “Papua CERAH” (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni).
“Pemerintah Provinsi Papua terbuka terhadap kolaborasi yang konstruktif. Papua tidak dapat dibangun oleh pemerintah semata, melainkan akan semakin maju apabila seluruh elemen masyarakat berjalan bersama dalam semangat gotong royong, persatuan, dan persaudaraan,” ujar Elpius Hugi.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran generasi muda Papua yang cerdas dan berkarakter, namun tetap memegang teguh jati diri dan kearifan lokalnya.
Menurut Pemprov Papua, kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sama sekali tidak mengharuskan masyarakat meninggalkan identitas kultural sebagai orang Papua. Sebaliknya, keberagaman budaya itulah yang menjadi kekuatan utama untuk memperkaya Indonesia.
Melalui momentum hari jadi ini, Pemerintah Provinsi Papua mendorong BMP RI untuk terus konsisten memperkuat program pendidikan kebangsaan, pembinaan kepemimpinan pemuda, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BMP RI diharapkan terus bertumbuh menjadi organisasi yang inklusif, menjunjung tinggi toleransi, dan mengedepankan dialog dalam mengawal roda pembangunan di Tanah Papua.
(QB)











