Ringkasan Berita
• Dana Bosda harus dikelola dengan prinsip efektif, efisien, dan transparan agar tepat sasaran dan langsung bermanfaat bagi murid yang membutuhkan.
• Bosda diarahkan khusus untuk murid Orang Asli Papua (OAP) Port Numbay dan OAP lainnya, untuk memperkecil ketimpangan akses pendidikan dan mendukung peningkatan kualitas belajar.
• Perkuat koordinasi antara Disdikbud, MKKS, dan pihak sekolah dalam pelaksanaan Bosda, sehingga alokasi dana tepat sasaran dan berdampak nyata pada peningkatan mutu pendidikan di Kota Jayapura.
MUSYAWARAH Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura, Papua, menyosialisasikan program Bantuan Operasional Siswa Daerah (Bosda) jenjang SMP, Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Losari Ruko Dok II Jayapura itu dihadiri para kepala sekolah dan bendahara sekolah dari berbagai SMP/MTs.
Kepala Bidang Pembinaan SMP, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Kepala Dinas Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, menekankan pentingnya pemahaman peruntukan penggunaan dana Bosda agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Dana Bosda harus dikelola dengan prinsip efektif, efisien, dan transparan sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh peserta didik yang membutuhkan,” ujar Purnama.

Dalam sosialisasi tersebut, MKKS juga menekankan alokasi Bosda khusus untuk murid Orang Asli Papua (OAP) Port Numbay dan OAP lainnya.
Peserta sosialisasi memperoleh panduan teknis mengenai kriteria penerima, mekanisme penyaluran, serta tata kelola administrasi yang harus dipatuhi kepala sekolah dan bendahara.
Selain memastikan bantuan tepat sasaran, pertemuan juga membahas kewajiban penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang akurat dan mudah diaudit.
Purnama, yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS/MTs Kota Jayapura menegakkan kebijakan pengutamaan ini, merupakan bentuk upaya pemerintah daerah untuk memperkecil ketimpangan akses pendidikan dan mendukung peningkatan kualitas belajar murid OAP.
“Laporan yang rapi dan lengkap akan mempercepat proses evaluasi serta menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran,” ujar Purnama.
MKKS dan Disdikbud juga mengingatkan peran aktif sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Selain aspek administrasi keuangan, sosialisasi mengangkat upaya pencegahan permasalahan sosial seperti tawuran yang dapat mengganggu proses belajar-mengajar.

Kepala sekolah diimbau mengembangkan program ekstrakurikuler kreatif sebagai wadah penyaluran energi positif siswa agar tetap fokus pada kegiatan akademik dan non-akademik yang produktif.
Selain itu, para kepala sekolah dan bendahara diharapkan menerapkan pedoman yang disosialisasikan, untuk memastikan bantuan sampai kepada murid yang berhak dan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan sekolah.
“Kegiatan ini diharapkan memperkuat koordinasi antara Disdikbud, MKKS, dan pihak sekolah dalam pelaksanaan Bosda, sehingga alokasi dana tepat sasaran dan berdampak nyata pada peningkatan mutu pendidikan di Kota Jayapura,” ujar Purnama.
(La Ramah)











