Ringkasan Berita
• 50 guru SMA Negeri 4 Jayapura mengikuti simulasi tes UKBI Adaptif, sekaligus mewakili Tanah Papua dalam pelaksanaan UKBI Adaptif.
• Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dianggap penting dalam pembelajaran. Saat ini, 53% murid SMAN 4 Jayapura sudah berbahasa Indonesia dengan baik.
• Peserta akan mendapatkan sertifikat UKBI, yang berlaku selama dua tahun. Sertifikat berlaku untuk skema nasional dan internasional sekaligus menjadi pendamping ijazah dan mendukung proses kenaikan pangkat guru.
SEBANYAK 50 guru SMA Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, mengikuti simulasi tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif yang digelar di aula sekolah selama dua hari, 10 s.d 11 Agustus 2026.
Kegiatan ini menandai partisipasi SMAN 4 Jayapura sebagai wakil Tanah Papua dalam pelaksanaan UKBI Adaptif, dan menjadi langkah awal peningkatan kompetensi bahasa serta literasi.
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihak sekolah menyambut baik program yang difasilitasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Balai Bahasa Provinsi Papua.

Menurutnya, penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar penting dalam setiap tahapan proses pembelajaran, mulai dari penyusunan soal, perlakuan terhadap murid, hingga evaluasi pembelajaran.
“Dengan mengikuti simulasi UKBI Adaptif ini, kami berharap seluruh guru dapat menggunakan bahasa Indonesia secara tepat dalam konteks akademik dan pembelajaran sehari-hari,” ujar Widya, Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan yang terselenggara atas inisiatif komunitas belajar “TIFA” SMAN 4 Jayapura dibuka dengan sosialisasi dan pendampingan pada hari pertama, sementara hari kedua difokuskan pada pelaksanaan tes.
Tema kegiatan, “Satukan tekad agar kuat untuk selalu berinovasi dan berfaedah bagi murid serta aktif mengikuti perkembangan zaman”, menjadi penguat komitmen guru untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran.
“Bahasa yang baik turut menunjang proses pembelajaran yang bermartabat bagi murid,” ujar Widya.
Koordinator UKBI Balai Bahasa Provinsi Papua, Yulius Pagappong, mengatakan simulasi ini bertujuan mengukur dan memetakan kemampuan berbahasa Indonesia para guru di Papua.
Menurutnya, 53% murid di SMAN 4 Jayapura sudah menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, namun masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan angka tersebut terutama pada tingkat literasi dan penguasaan keterampilan berbahasa.
“UKBI Adaptif ini diberikan secara gratis kepada peserta. Melalui tes, guru akan memperoleh informasi terukur mengenai empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan/menyimak, membaca, menulis, dan berbicara serta kemampuan merespons kaidah tata bahasa,” ujar Yulius.
Ia juga mengatakan, peserta akan mendapatkan sertifikat UKBI yang berlaku dua tahun, baik untuk skema nasional maupun internasional.
Selain itu, sertifikat ini dapat menjadi pendamping ijazah dan menjadi salah satu dokumen pendukung dalam proses kenaikan pangkat bagi guru.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Valentina Lovina Tanate, S.Pd., M.Hum., berharap SMAN 4 Jayapura tidak hanya menjadi pelaksana UKBI, tetapi juga menjadi barometer bagi sekolah-sekolah lain di Papua dalam meningkatkan kualitas bahasa dan literasi.

Ia menegaskan kemampuan literasi di Provinsi Papua masih perlu dioptimalkan melalui program-program berkelanjutan yang melibatkan guru sebagai ujung tombak pendidikan.
“Guru yang mahir berbahasa dan memiliki literasi kuat akan berdampak langsung pada mutu pembelajaran dan kesiapan murid menghadapi tantangan zaman,” ujar Valentina.
Ia berharap, SMAN 4 mampu mendorong peningkatan standar penguasaan bahasa Indonesia di kalangan pendidik Papua, untuk memperkuat peran guru sebagai teladan berbahasa dan agen perubahan dalam proses pendidikan.
(La Ramah)











