Ringkasan Berita
• Tujuan tes UKBI Adaptif untuk mengukur dan meningkatkan penguasaan bahasa Indonesia para pendidik untuk konteks akademik dan pembelajaran sehari-hari.
• Materi uji terdiri dari tiga seksi, yaitu mendengarkan, merespons kaidah (grammar/tata bahasa), serta membaca.
• Standar skor minimal untuk guru nonbahasa wajib meraih skor minimal 482, sedangkan guru bahasa minimal 578.
SEBANYAK 49 guru dari SMA Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, mengikuti tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif yang setara dengan skor TOEFL, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di aula sekolah bertujuan mengukur sekaligus meningkatkan penguasaan bahasa Indonesia para pendidik dalam konteks akademik dan pembelajaran sehari-hari.
UKBI Adaptif menguji tiga seksi, yaitu mendengarkan, merespons kaidah (grammar dan tata bahasa), serta membaca.
Peserta bersaing untuk memperoleh skor tertinggi karena hasil UKBI memiliki standar kompetensi yang berbeda, yakni untuk guru nonbahasa, standar minimal ditetapkan 482, sedangkan untuk guru bahasa standar minimal mencapai 578.
Hasil penilaian keluar langsung dari aplikasi UKBI, sehingga peserta memperoleh umpan balik instan mengenai capaian mereka.
Menurut Koordinator UKBI Balai Bahasa Provinsi Papua, Yulius Pagappong, pelaksanaan UKBI di sekolah-sekolah penting sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas komunikasi akademik guru.
Sekaligus mendukung standar nasional pengajaran bahasa Indonesia. Selain itu, peserta yang lulus akan menerima sertifikat nasional dan internasional yang berlaku selama dua tahun.
“Sertifikat ini dapat dilampirkan pada berkas kepangkatan serta digunakan sebagai bukti kompetensi bahasa dalam berbagai keperluan administrasi dan profesional,” ujar Yulius.
Yulius menambahkan, pelaksanaan UKBI di lingkungan SMA Negeri 4 Jayapura juga dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di Papua secara lebih luas, karena merupakan satu-satunya mitra UKBI di Tanah Papua.
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd., menyatakan pihak sekolah menyambut baik program yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Bahasa Provinsi Papua.
Menurutnya, penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar penting dalam setiap tahapan memuliakan murid, mulai dari penyusunan soal, perlakuan terhadap murid, hingga evaluasi pembelajaran.
Selain itu, melalui simulasi UKBI Adaptif ini seluruh guru dapat menggunakan bahasa Indonesia secara tepat dalam konteks akademik dan pembelajaran sehari-hari.
Sebelumnya, kegiatan yang diselenggarakan atas inisiatif komunitas belajar ‘TIFA’ SMA Negeri 4 Jayapura. Pada hari pertama, kegiatan dibuka dengan sosialisasi dan pendampingan teknis bagi peserta.
Pendampingan difokuskan pada pengenalan format soal, penggunaan aplikasi UKBI, serta strategi menghadapi tes adaptif agar peserta lebih siap.
“Satukan tekad agar kuat untuk selalu berinovasi dan berfaedah bagi murid serta aktif mengikuti perkembangan zaman”, menjadi penguat komitmen guru untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran,” ujar Widya.
Widya berharap kemampuan berbahasa Indonesia, baik komunikasi akademik antara guru dan murid menjadi lebih efektif, materi pelajaran tersampaikan dengan jelas, serta penilaian pembelajaran dilakukan secara valid dan adil.
Adapun hasil dari 49 peserta UKBI Adaptif SMA Negeri 4 Jayapura, yaitu lima dikategorikan sangat unggul, 10 unggul, dan sembilan madya.
Kategori Sangat Unggul adalah Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd (skor 684), Adrian Ripaldi Simbolan, S.Pd (skor 657), Dra. Sri Widowati (skor 654), Tini Moriska Siboro, S.Pd (skor 647), Cucu Novita Miranti, S.Pd (skor 647).
Kategori Unggul adalah Theresia Miyuki Elizabeth Tethool, S.Mus (skor 635 ), Felisia Roswita Sesfact, S.Pd (skor 632), Adel Rante, S.Pd (skor 631), Anna Maria Agusta Temongmere, S.Pd (skor 625), Ahyu Forestri, S.Pd (skor 624), Trias Agata Roni, M.Pd (skor 623), Fauzi Firianto, S.Pd (skor 617), Subiyanto, M.Pd (skor 615), Nine Nur Lintang, S.Pd (skor 614), Dephy Megawati, S.Pd (skor 609), Dianika Ester Jakarimilena, S.Pd (skor 604),Max Milian Bemey, S.Th (skor 596), Olga Nadya Indra Hanissya, S.Pd., Kom (skor 594), Mahfud Hidayat, S.Pd (skor 593), Rosiana Cahyani, M.Pd (skor 586), James Butarbutar, S.Pd (skor 580), Ruri Endahwati, S.Pd., Gr (skor 579), Ludia Oktovina Beno, S.Pd (skor 579), Drs. Sugiyo, M.M.Pd (skor 579).
Kategori Madya adalah Indah Yanti S.Negari, S.S., M.Pd (skor 566), Reny Sambo, S.Pd (skor 561), Deuis Hiswari Supianti, S.Pd., M.Pd (skor 556), La Hani, S.Pd (skor 539), Fitri Astuti, S.Pd (skor 538), Didi Kristian Jodi Papare, S.Pd (skor 518), Mince Santi Nifia Abaa, S.Pd (skor 498), Sri Wulan Mulat Dhasasiwi, S.Pd (skor 492), UMB. Hamonangan Simanjuntak, S.Kom., Gr (skor 483).
(La Ramah)











