Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H menerima kunjungan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu, 17 Juni 2026. (XTIFA/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Sensus Ekonomi 2026 resmi dilaksanakan di Kota Jayapura pada 15 Juni 2026, dengan masa pendataan berlangsung selama 2,5 bulan (15 Juni s.d 31 Agustus 2026).
• Pendataan mencakup seluruh penduduk (410 ribu jiwa) dan pelaku usaha (31 ribu unit) di Kota Jayapura, mulai dari usaha mikro hingga besar, baik berbadan hukum maupun tidak.
• Pemkot Jayapura menjadi peserta pertama, dengan Wali Kota Jayapura, Wakil Wali Kota Jayapura, dan Sekda Kota Jayapura menjadi responden percontohan yang memberikan data secara lengkap dan jujur di rumah jabatan.
PEMERINTAH Kota Jayapura bersama Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 pada Senin, 15 Juni 2026.
Pendataan serentak ini berlangsung selama dua setengah bulan, dari 15 Juni s.d 31 Agustus 2026, mencakup seluruh penduduk dan pelaku usaha di wilayah Kota Jayapura.
Pemkot Jayapura menunjukkan komitmennya terhadap akurasi data dengan menjadi peserta pertama dalam pendataan tersebut.
Salah satunya, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H, menerima petugas sensus di Rumah Jabatan Wali Kota dan memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan secara lengkap, jujur, dan sesuai kondisi sebenarnya.
Data yang disampaikan mencakup data keluarga, kondisi sosial ekonomi, aset, hingga usaha yang dimiliki.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini. Sebagai warga negara yang baik, sudah menjadi kewajiban kita untuk memberikan data yang benar dan jujur kepada petugas sensus. Data yang akurat akan sangat bermanfaat bagi perencanaan pembangunan daerah ke depan,” ujar Wali Kota Rollo melalui rilis Humas Pemkot Jayapura, Rabu, 17 Juni 2026.
Wali Kota Rollo menegaskan, kualitas pembangunan daerah sangat bergantung pada ketersediaan data yang akurat.
“Saya berharap seluruh masyarakat Kota Jayapura, baik di wilayah perkotaan maupun kampung-kampung, dapat menerima petugas sensus dan memberikan data yang jujur, lengkap, dan tepat. Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang akan digunakan untuk berbagai kebutuhan pembangunan,” ujar Wali Kota Rollo.
Kepala BPS Kota Jayapura, Sugianto, mengatakan 253 petugas sensus telah disiapkan BPS untuk melakukan pendataan langsung dari rumah ke rumah maupun ke lokasi usaha.
Ia juga mengatakan, jumlah penduduk Kota Jayapura 410 ribu jiwa dan 31 ribu unit usaha (data April 2026) yang menjadi objek pendataan, mulai dari usaha berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum, usaha besar, menengah, kecil, hingga usaha mikro.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah menerima petugas sensus dan memberikan jawaban secara terbuka dan jujur. Ini menjadi teladan yang baik bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi,” ucapnya.
Selain itu, data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan tidak memiliki kaitan dengan perpajakan.
Petugas resmi BPS dilengkapi dengan rompi identitas Sensus Ekonomi 2026 serta surat tugas resmi, sehingga masyarakat diminta tidak ragu menerima petugas yang datang.
“Kehadiran para petinggi daerah sebagai responden diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif,” ujar Sugiato.
Sugianto menambahkan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan BPS setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret struktur ekonomi dan perkembangan usaha di seluruh Indonesia.
Data yang terkumpul akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
(La Ramah)











