Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., melepas 261 murid SMKN 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, untuk mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) tahun ajaran 2026/2027, Kamis, 23 Juli 2026. (XTIFA/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Jumlah murid sebanyak 261 orang dilepas untuk PKL tahun ajaran 2026/2027. Penekanan pada kedisiplinan, komunikasi, serta penerapan teori sambil membangun jejaring profesional.
• Persebaran kompetensi yakni MPLB (80), AKL (63), BDP (32), ULW (22), TKJ (43), dan Perhotelan (21).
• Menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI), serta melatih sikap profesional, etika kerja, dan kemampuan adaptasi siswa di lingkungan nyata.
SEBANYAK 261 murid SMKN 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Kota Jayapura, Papua, dilepas untuk mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) tahun ajaran 2026/2027, Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan pembekalan dan pelepasan yang mengusung tema “menyiapkan dan mencetak tenaga kerja yang profesional, berkarakter, berinovasi, siap kerja di era global” dilaksanakan di aula sekolah pada 22 s.d 23 Juli 2026.
Pelepasan tersebut dihadiri guru, tenaga kependidikan, mitra dari dunia industri dan usaha serta pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.
Kepala SMKN 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Feronika Munthe, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan ini merupakan upaya sekolah untuk menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“PKL tidak hanya memberi pengalaman teknis, tetapi juga melatih sikap profesional, etika kerja, dan kemampuan beradaptasi siswa dalam lingkungan kerja nyata,” ujar Feronika.
Feronika menjelaskan, peserta PKL tersebar di beberapa kompetensi keahlian, yakni Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) sebanyak 80 murid, Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) 63 murid.
Serta, Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) 32 murid, Usaha Layanan Wisata (ULW) 22 murid, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 43 murid, dan Perhotelan 21 murid.
Selain itu, rombongan kegiatan yang diikuti enam bulan (satu semester) didampingi 43 guru pembimbing yang bertugas memastikan pelaksanaan PKL berjalan sesuai standar dan tujuan pembelajaran.
Feronika juga menegaskan, kurikulum dan program praktik di SMKN 2 selalu dievaluasi agar relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Dicontohakannya, adaptasi pembelajaran di kompetensi Teknik Komputer dan Jaringan serta Bisnis Daring dan Pemasaran yang kini memasukkan materi terkait transformasi digital, pemasaran online, dan keamanan siber.
“Kami mendorong murid untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga berinovasi dan mengembangkan jiwa kewirausahaan,” ujar Feronika.
Feronika menambahkan, kegiatan dua hari tersebut juga diisi dengan pembekalan berupa workshop etika kerja, simulasi wawancara, penguatan profil digital, dan pengarahan teknis oleh para guru dan mitra industri.
Para murid menerima penjelasan tentang hak dan kewajiban selama PKL, standar keselamatan kerja, serta mekanisme penilaian dan pelaporan hasil praktik.
Selain itu, menekankan pentingnya kedisiplinan dan komunikasi antara murid, pembimbing lapangan, dan sekolah selama masa PKL berlangsung, sehingga bisa menerapkan teori yang dipelajari di sekolah serta membangun jejaring profesional yang berguna setelah lulus.
Diharapkannya, lulusan SMKN 2 Bismen Jayapura menjadi tenaga kerja yang tidak hanya siap pakai secara teknis, tetapi juga memiliki karakter profesional dan kemampuan inovasi yang mampu bersaing di pasar kerja era global.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan industri untuk membuka akses penempatan dan peluang karier bagi murid vokasi,” ujar Feronika.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., mengatakan program PKL memegang peranan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten bagi pembangunan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya pembekalan soft skills seperti komunikasi, disiplin, dan kewirausahaan agar lulusan siap menghadapi tantangan pasar kerja regional maupun global.
“Kami mendukung penuh sinergi antara sekolah, dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah daerah untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan vokasi,” ujar Rocky.
(La Ramah)











