Ringkasan Berita
• Merefleksikan sejarah bangsa dan makna kelima sila Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara.
• Ancaman terhadap persatuan tidak hanya berupa kekerasan langsung, tetapi juga informasi salah yang menyebar cepat lewat media sosial.
• Jaga persatuan, kedepankan akal sehat, serta tolak intoleransi dan informasi palsu demi keutuhan dan ketenteraman daerah.
WAKIL Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, menyerukan pentingnya persatuan dan kewaspadaan terhadap radikalisme serta penyebaran hoaks (bohong), saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026 di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Jayapura.
Rustan juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali perjalanan sejarah bangsa dan makna kelima sila Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita harus bersatu di semua kalangan untuk mencegah berbagai macam isu, baik radikalisme, hoaks maupun intoleransi yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat,” ujar Rustan.
Di hadapan peserta upacara yang terdiri dari aparatur sipil negara, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan, Rustan menekankan ancaman terhadap persatuan tidak selalu datang dari tindakan kekerasan langsung.
Tetapi juga melalui informasi salah yang menyebar cepat lewat media sosial. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan literasi digital.
Serta, memverifikasi berita sebelum menyebarkannya, serta melaporkan konten yang berpotensi memecah belah.
“Komitmen pemerintah bersama masyarakat diperlukan agar nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam berinteraksi sehari-hari,” ujar Rustan.
Menurut Rustan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk memperkuat program-program sosial.
Program tersebut mempromosikan toleransi antar-suku dan antar-agama, serta upaya pencegahan radikalisasi melalui pendidikan karakter di sekolah dan komunitas.
“Pemerintah kota terus mendorong kolaborasi antar lembaga pemerintahan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan media untuk membangun ruang publik yang sehat dan aman dari narasi kebencian,” ujar Rustan.
Upacara peringatan itu berlangsung dengan prosesi pengibaran bendera, pembacaan teks Pancasila, dan penghormatan kepada jasa para pahlawan yang berjuang mempertahankan keutuhan negara.
Selain pidato, kegiatan juga diisi dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat sebagai wujud keberagaman dan saling menghormati di Kota Jayapura.
“Mari bersama-sama menjaga persatuan, mengedepankan akal sehat, serta menolak segala bentuk intoleransi dan penyebaran informasi palsu demi keutuhan dan ketenteraman daerah,” ujar Rustan.
(La Ramah)











