Ringkasan Berita
• Pembuatan briket arang berbahan baku kayu diikuti 14 pelaku IKM Orang Asli Papua.
• Bagian dari perencanaan pembangunan industri provinsi dan subkegiatan fasilitasi bantuan peralatan/mesin bagi IKM, khususnya Orang Asli Papua.
• Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis mengolah bahan baku lokal menjadi briket bernilai tambah ekonomi, produktif, dan berkelanjutan.
SEBANYAK 14 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengikuti pelatihan pembuatan briket arang berbahan baku kayu yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan berlangsung di Gedung Dekranasda Kota Jayapura dari 8 s.d 12 September 2026, dan merupakan bagian dari program perencanaan dan pembangunan industri provinsi serta subkegiatan fasilitasi bantuan peralatan dan mesin bagi IKM khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).

“Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis pelaku IKM dalam mengolah bahan baku lokal menjadi briket arang bernilai tambah ekonomi dan memiliki peluang pasar serta menjadi kegiatan produktif dan berkelanjutan di Kota Jayapura,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid.
Pelatihan mencakup materi teori dan praktik pembuatan briket arang, mulai dari identifikasi bahan baku, proses pembakaran dan pengolahan arang, pencampuran bahan pengikat, sampai pencetakan dan pengemasan produk.
Peserta juga diberi pembekalan tentang standar mutu, cara meningkatkan efisiensi produksi, dan strategi pemasaran agar produk briket dapat bersaing di pasar lokal maupun regional.
Kepala Bidang Industri Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Dr. Achmad N. Saichul, M.ST., M.M., mengatakan program ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan industri kecil yang berpotensi memanfaatkan sumber daya lokal.
“Pelatihan seperti ini penting untuk transfer teknologi sederhana yang langsung bisa diterapkan oleh pelaku usaha skala kecil,” ujar Dr. Achmad.
Sebanyak 14 peserta berasal dari beberapa distrik di Kota Jayapura, yaitu Distrik Jayapura Selatan, Abepura, dan Muara Tami diminta
mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara aktif agar bisa menguasai tahapan produksi dari hulu sampai hilir.
“Peserta diharapkan mampu memproduksi arang briket secara mandiri setelah mengikuti pelatihan dan memanfaatkan limbah atau bahan baku lokal yang sebelumnya kurang dimanfaatkan,” ujar Dr. Achmad.
Dr. Achmad menambahkan setelah mengikuti pelatihan para peserta tetap mendapatkan pendampingan teknis, akses peralatan produksi, dan pembukaan jalur pemasaran lokal.
Hal itu dilakukan agar pelatihan tidak berhenti pada transfer pengetahuan semata, tetapi berujung pada pembentukan usaha yang berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi nyata bagi komunitas setempat.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Dr. Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal untuk mewujudkan usaha yang berkelanjutan.
Menurutnya, dukungan berupa fasilitasi peralatan dan mesin serta pelatihan keterampilan menjadi kunci agar IKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.
Melalui pelatihan ini, target yang ingin dicapai meliputi peningkatan kemampuan proses pembuatan briket arang, peningkatan pemanfaatan bahan baku lokal dan limbah yang bernilai ekonomi, serta terbentuknya usaha IKM yang mandiri, kreatif, inovatif, dan berdaya saing.
“Program ini diharapkan membuka peluang usaha baru serta mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga pelaku IKM di wilayah Kota Jayapura,” ujar Dr. Alberto.
(La Ramah)











