Ringkasan Berita
• Menanamkan nilai kepedulian, empati, kerja sama, dan tanggung jawab sosial sejak dini.
• Murid PMR dan OSIS juga melakukan trauma healing (pemulihan psikologis) untuk anak-anak korban kebakaran.
• Menegaskan peran sekolah sebagai motor kepedulian sosial di masyarakat serta mewujudkan kepedulian dalam tindakan nyata (bukan sekadar gagasan).
SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran yang menimpa warga di kawasan Dok V Bawah (belakang Stadion Mandala), Senin, 7 September 2026.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan kepala sekolah, guru, Palang Merah Remaja (PMR), dan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), sebagai bagian dari program sekolah untuk menanamkan nilai kepedulian sejak usia dini.
Penyerahan bantuan berlangsung di Posko Kebakaran Kota Jayapura dan diserahkan kepada perwakilan Dinas Sosial Kota Jayapura sebagai penanggung jawab.
Bantuan yang dikumpulkan antara lain beras, mi instan, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, bantal, kasur, dan popok bayi, untuk meringankan beban keluarga korban serta memenuhi kebutuhan mendesak pasca-musibah.
Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd., mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial sekolah terhadap masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan kepada murid bahwa kepedulian kepada sesama bukan sekadar gagasan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan. Kegiatan ini juga mengajarkan kerja sama, empati, dan nilai kemanusiaan sejak usia dini,” ujar kepala sekolah.
Menurut kepala sekolah, inisiatif penggalangan bantuan bermula dari inisiatif sekolah yang prihatin melihat kondisi korban setelah kebakaran.
Guru-guru, murid, dan orang tua juga turut berkontribusi, baik berupa donasi barang maupun dukungan logistik untuk pendistribusian bantuan.
“Keterlibatan berbagai pihak ini memperkuat keterikatan antara sekolah dan komunitas. Kami berharap bantuan yang disalurkan memberi manfaat nyata bagi para korban,” ujar kepala sekolah.
Ia menjelaskan proses pengumpulan bantuan berjalan selama beberapa hari di lingkungan sekolah.
Murid aktif mempromosikan kegiatan melalui pengumuman, poster, dan sosialisasi pada jam istirahat sehingga partisipasi semakin meningkat.
Selain pengumpulan barang, murid PMR terlibat dalam pengemasan dan penataan bantuan sehingga distribusi berjalan tertib.
“Langkah ini menunjukkan upaya berkelanjutan dari dunia pendidikan untuk mendukung pemulihan komunitas pasca-bencana kecil,” ujar kepala sekolah.
Kepala sekolah menambahkan, usai menyerahkan bantuan para murid yang tergabung di PMR dan OSIS, melakukan trauma healing (proses pemulihan dari dampak psikologis dan fisik) kepada anak-anak yang menjadi korban kebakaran.
Selain itu, dilanjutkan dengan memantau lokasi kebakaran yang mengakibatkan 494 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.392 jiwa terdampak.
Seorang perwakilan warga korban kebakaran, Damian, mengatakan bantuan seperti beras, popok bayi, dan perlengkapan tidur sangat membantu kondisi keluarga yang kehilangan sebagian besar harta benda akibat kebakaran.
“Kami berterima kasih kepada pihak sekolah dan murid yang sudah peduli. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Damian.
Menurutnya, kegiatan sosial ini memberikan dampak ganda, yaitu membantu meringankan kebutuhan korban sekaligus mendidik murid mengenai pentingnya empati dan solidaritas sosial.
Ia berharap, kegiatan kemanusiaan tersebut dapat menjadi program rutin sekolah, sehingga nilai-nilai kepedulian dan kerja sama terus terinternalisasi dalam karakter murid.
Selain itu, aksi nyata dari SMP Negeri 2 Jayapura menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan akademis, tetapi juga sebagai motor penggerak kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Serta, menjadi contoh praktis sekolah dapat berperan langsung membantu warga yang membutuhkan sambil mendidik generasi muda menjadi pribadi yang empatik dan bertanggung jawab.
(La Ramah)











