Ringkasan Berita
• Kebakaran mengakibatkan 494 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.392 jiwa terdampak. Data ini masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah karena area terbakar luas dan verifikasi masih berlangsung.
• Penyebab kebakaran diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib dan aparat kepolisian untuk dilakukan pendalaman dan pemeriksaan di lokasi kejadian.
• Warga diimbau tetap waspada, khususnya memperhatikan penggunaan kompor saat memasak dan berhati-hati saat menggunakan lilin jika terjadi pemadaman listrik.
WAKIL Wali Kota Jayapura Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meninjau lokasi kebakaran di kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, Kota Jayapura, Senin, 31 Agustus 2026.
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berlangsung lancar serta melihat kondisi warga yang terdampak langsung akibat musibah tersebut.
Berdasarkan pendataan sementara Pemerintah Kota Jayapura, kebakaran mengakibatkan 494 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.392 jiwa terdampak.
Angka itu masih bersifat sementara dan diperkirakan dapat bertambah mengingat area yang terbakar cukup luas dan tim masih melakukan verifikasi di lapangan.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengevakuasi warga terdampak ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan,” ujar wakil wali kota.
Di lokasi pengungsian, petugas gabungan dari pemerintah kota, BPBD, dan organisasi kemanusiaan menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air minum, dan selimut.
Pemerintah juga membuka posko pelayanan untuk pendataan lanjutan, kesehatan, dan informasi keluarga.
Pendataan korban terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh penanganan serta bantuan sesuai kebutuhan.
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan awal terhadap warga pengungsi untuk menangani luka ringan, stres, maupun kebutuhan obat-obatan bagi lansia dan anak-anak.
Tim psikososial juga disiagakan untuk memberikan dukungan mental bagi warga yang mengalami trauma akibat kebakaran.
Menurut petugas BPBD Kota Jayapura, dikatakan wakil wali kota, proses pemadaman sempat terkendala oleh akses jalan yang sempit di wilayah permukiman dan kondisi angin yang membantu penyebaran api.
Namun, dengan dukungan satuan pemadam kebakaran dan relawan, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke permukiman lain.
Hingga peninjauan, upaya pendinginan dan pemeriksaan titik panas masih dilakukan untuk mencegah timbulnya kebakaran susulan.
Terkait penyebab kebakaran, wakil wali kota mengatakan pihak berwajib dan aparat kepolisian akan melakukan pendalaman dan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Kami serahkan penyelidikan penyebab kebakaran kepada pihak berwajib. Sementara itu, kami menghimbau warga untuk tetap waspada,” ujar wakil wali kota.
Ia mengingatkan masyarakat memperhatikan penggunaan kompor saat memasak dan berhati-hati saat menggunakan lilin pada saat terjadi pemadaman listrik.
Warga yang kehilangan tempat tinggal sementara diberi informasi tentang alur bantuan dan kontak posko darurat.
Pemerintah kota berkoordinasi dengan dinas sosial dan perangkat kelurahan untuk mempercepat penyaluran bantuan sembako, perlengkapan tidur, serta dukungan administrasi bagi warga yang terdampak.
(La Ramah)











