Ringkasan Berita
• Pertemuan untuk meningkatkan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Jayapura dalam menghadapi ancaman bencana.
• Penguatan tidak hanya dari sisi peralatan, tetapi juga Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan, simulasi, dan pembaruan Prosedur Operasional Standar (SOP).
• Personel harus mampu bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi pada titik pertama tanggap darurat.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Papua, menggelar pertemuan untuk meningkatkan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Kegiatan berlangsung di kantor BPBD Kota Jayapura, Kamis, 27 Agustus 2026, dan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Jayapura, Yayong Baddu, S.T., M.T.
Kesempatan tersebut, Yayong menekankan urgensi penguatan kemampuan TRC sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Menurutnya, peningkatan kapasitas bukan hanya soal penambahan peralatan, tetapi juga penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan, simulasi, dan pembaruan prosedur operasional standar.
“Kesiapsiagaan yang baik ditentukan oleh kemampuan personel pada titik pertama tanggap darurat. TRC harus mampu bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Yayong.
Pertemuan yang diikuti oleh unsur internal BPBD, perwakilan dinas terkait, serta personel TRC itu membahas beberapa agenda utama, antara lain evaluasi respons terhadap bencana yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, identifikasi hambatan operasional, serta rencana pelatihan lanjutan.
Diskusi juga berfokus pada penguatan koordinasi antarinstansi, integrasi sistem informasi pelaporan bencana, dan pemetaan lokasi rawan bencana di wilayah Kota Jayapura.
Salah satu poin penting yang diangkat adalah kebutuhan untuk menggelar latihan gabungan secara berkala.
Latihan ini dirancang mensimulasikan berbagai skenario bencana termasuk banjir, longsor, gempa, dan kebakaran untuk melatih kemampuan evakuasi, penanganan korban, dan distribusi bantuan.
Selain itu, pembaharuan peralatan komunikasi dan logistik disebut sebagai prioritas untuk memastikan konektivitas serta kelancaran operasi saat situasi darurat.
Pertemuan juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya mitigasi, termasuk pendidikan kebencanaan di tingkat kelurahan dan kampung.
Untuk itu, lanjut Yayong, BPBD Kota Jayapura menggaungkan program penyuluhan dan pelatihan kesiapsiagaan komunitas termasuk serta pembentukan relawan mempercepat penanganan awal saat bencana terjadi.

Di akhir pertemuan, Yayong menegaskan komitmen lembaga untuk terus memperkuat TRC melalui langkah-langkah terukur serta kerja sama lintas sektor.
Sekaligus rencana tindak lanjut mencakup jadwal pelatihan, pembaruan SOP, dan pengembangan sistem pelaporan bencana yang lebih responsif.
Diharapkannya langkah-langkah ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan Kota Jayapura dan mengurangi dampak bencana terhadap warga..
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antar pemerintahan, perangkat daerah, dan masyarakat adalah kunci agar respons bencana menjadi lebih efektif,” ujar Yayong.
(La Ramah)











