Ringkasan Berita
• Sarana promosi pemasaran produk IKM, pengembangan kapasitas usaha, peningkatan daya saing pelaku usaha lokal.
• Peserta sebagian besar orang asli Papua binaan Disperindagkop dan Dekranasda Kota Jayapura.
• Pelaku usaha melaporkan peningkatan minat beli, perluas jangkauan pasar, meningkatkan transaksi penjualan.
RATUSAN pengunjung memadati Terminal Tipe A Entrop, Minggu, 23 Agustus 2026 untuk menyaksikan puncak Festival Industri Kecil Menengah (IKM) 2026 yang diisi beragam kegiatan, antara lain fashion show produk IKM bersama duta Genre Provinsi Papua, pameran produk kreatif, demo membatik, layanan publik hingga pertunjukan hiburan.
Festival yang mengusung tema “Festival IKM Merdeka, Ekonomi Berdaya, Indonesia Jaya” ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura bekerja sama dengan Dekranasda Kota Jayapura.
Kegiatan berlangsung sejak 21 s.d 23 Agustus 2026 sebagai bagian rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Dr. Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si., mengatakan festival ini menjadi sarana strategis untuk promosi pemasaran produk IKM, pengembangan kapasitas usaha, serta peningkatan daya saing pelaku usaha lokal.
“Kegiatan ini kami harapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan transaksi penjualan bagi pelaku IKM, khususnya para pengrajin dan produsen asli Papua yang selama ini dibina oleh Disperindagkop dan Dekranasda,” ujar Dr. Alberto.
Rangkaian acara hari puncak menampilkan fashion show yang memperagakan beragam produk IKM, mulai busana tradisional berhiaskan motif Papua khususnya Kota Jayapura, hingga pakaian kontemporer hasil olahan pelaku kreatif lokal.
Fashion show tersebut mendapat sorotan khusus karena melibatkan duta Genre Provinsi Papua yang tampil mempromosikan nilai-nilai budaya sekaligus tren kreatif dalam produk lokal.
Selain fashion show, pengunjung juga dapat menyaksikan demo membatik yang menampilkan teknik pewarnaan dan motif khas Papua.
Demonstrasi ini menarik minat pengrajin muda serta pelajar yang ingin mempelajari keterampilan membatik dan pengembangan desain tekstil.
Panitia juga menghadirkan pameran IKM Creative Fest yang menampilkan produk UMKM di bidang makanan, kerajinan tangan, perhiasan, dan aksesori.
Pelayanan publik turut hadir dalam bentuk pos layanan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura, memberikan informasi kesehatan dan layanan donor darah, serta stan layanan lainnya yang mendukung kebutuhan masyarakat selama festival.
Panitia menyelenggarakan pula sejumlah lomba berhadiah sebagai cara menarik pengunjung dan memberi penghargaan pada kreator produk unggulan.
Para pelaku usaha yang mengikuti festival sebagian besar merupakan orang asli Papua yang selama ini mendapat pembinaan Disperindagkop dan UKM serta Dekranasda. Mereka memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produk sekaligus melakukan transaksi langsung dengan konsumen.
Sejumlah pelaku usaha melaporkan peningkatan minat beli dan peluang kerja sama dari pembeli maupun perantara usaha.
Pemerintah Kota Jayapura berharap Festival IKM 2026 menjadi agenda rutin yang mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil, memperkuat identitas produk lokal serta berkontribusi pada perekonomian masyarakat dan daerah.
(La Ramah)











