Ringkasan Berita
• Pertama kali SMA Negeri 4 Jayapura lolos tingkat nasional kategori karya ilmiah sosial. Anggota tim peneliti adalah Leonard Christofer Resubun dan Alfa Christo M. Kawengian.
• Platform untuk memperkenalkan model pemberdayaan ekonomi perempuan adat Tonotwiyat kepada audiens lebih luas dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
• Prestasi pendidikan dari Papua, riset sosial-humaniora, pemberdayaan perempuan adat, digitalisasi berbasis kearifan lokal, serta dukungan sekolah dan komunitas.
TIM peneliti pelajar dari SMA Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, berhasil lolos ke babak final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Nasional 2026.
Berdasarkan rilis SMAN 4 Jayapura, Senin, 21 September 2026, Leonard Christofer Resubun dan Alfa Christo M. Kawengian, didampingi pembimbing Agus Kusbiantoro, S.Pd., terpilih sebagai salah satu dari 125 tim finalis yang diumumkan Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
OPSI Nasional 2026 akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta, pada 24 s.d 30 September 2026.
Ajang ini mempertemukan tim-tim terbaik dari seluruh provinsi untuk mempresentasikan hasil penelitian murid dalam beragam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Leon dan Alfa Cristo, yang akrab dipanggil dalam timnya mewakili Provinsi Papua di bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (Sosiologi, Komunikasi, dan Antropologi Sosial).
Mereka maju dengan penelitian berjudul “Formulasi Model Digitalisasi Rantai Nilai Hutan Perempuan Tonotwiyat di Kampung Enggros: Penguatan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Otoritas Adat Perempuan”.
Dalam penelitian tersebut, tim menelaah bagaimana digitalisasi dapat memperkuat posisi perempuan adat Tonotwiyat dalam rantai nilai produk hutan non-kayu, sekaligus mempertahankan kearifan lokal dan otoritas adat perempuan.
Penelitian mengusulkan model yang menggabungkan teknologi informasi sederhana, mekanisme pemasaran digital, dan penguatan peran lembaga adat sebagai pengatur akses sumber daya dan pembagian manfaat ekonomi.
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd, mengaku pertama kali lolos tingkat nasional kategori karya ilmiah sosial.
“Keberhasilan Leon dan Alfa Cristo adalah bukti bahwa potensi riset dari Papua sangat besar. Mereka mampu mengangkat isu lokal yang relevan secara nasional dan menawarkan solusi yang kontekstual,” ujar Widya.
Widya menambahkan sekolah akan memberikan dukungan penuh menjelang babak final, baik dari sisi persiapan materi presentasi maupun pendampingan administratif.
Selain itu, keterlibatan langsung masyarakat adat selama proses pengumpulan data menjadi kekuatan utama penelitian, karena menghasilkan data kualitatif yang kaya dan solusi yang berakar pada kebutuhan lokal.
“Para finalis akan memperebutkan penghargaan pada tingkat nasional sekaligus kesempatan publikasi dan pengembangan lebih lanjut,” ujar Widya.
Widya berharap penelitian ini tidak hanya mendapat pengakuan, tetapi juga diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan adat di Kampung Enggros.
Serta, menjadi platform penting untuk memperkenalkan model pemberdayaan ekonomi perempuan adat Tonotwiyat kepada audiens yang lebih luas dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
(La Ramah)











