Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd., memimpin pertemuan antara sekolah dan orang tua, Jumat, 31 Juli 2026. (XTIFA/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Kepala sekolah menegaskan pertemuan sekolah dan orang tua wajib dihadiri, karena peran keluarga sangat penting dalam keberhasilan pendidikan murid.
• Sebagai pengingat dan penegasan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi perkembangan akademik maupun karakter anak.
• Sinergi sekolah dan keluarga semakin kuat, sehingga murid tumbuh menjadi pelajar yang cerdas, disiplin, dan berkarakter.
SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, mengadakan pertemuan orang tua/wali murid kelas 7 Tahun Ajaran 2026/2027, Jumat, 31 Juli 2026 di aula sekolah.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya pengingat dan penegasan tanggung jawab bersama antara pihak sekolah dan keluarga dalam mendampingi perkembangan akademik dan karakter murid.
Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd., menegaskan pertemuan orang tua bersifat wajib karena peran keluarga sangat menentukan keberhasilan proses memuliakan murid.
“Sekolah berkewajiban mengingatkan orang tua agar terus aktif memantau kemajuan anaknya, baik dari aspek akademik maupun sikap,” ujar Dorthea.
Selama pertemuan, lanjut Dorthea, sekolah memaparkan sejumlah isu penting terkait perkembangan murid yang menjadi fokus monitoring bersama.
Penyampaian materi meliputi perkembangan akademik, perkembangan sikap dan karakter, perkembangan sosial, serta perkembangan emosional.
Hal ini dimaksudkan agar orang tua memahami tidak hanya hasil belajar di kelas, tetapi juga aspek non-akademik yang penting bagi pembentukan kepribadian anak.
Selain itu, pihak sekolah menekankan pentingnya kehadiran dan kedisiplinan sebagai prasyarat terciptanya iklim belajar yang kondusif.
Termasuk minat, bakat, dan potensi murid juga menjadi bahan diskusi untuk merancang langkah-langkah pembinaan yang sesuai.
Selain itu, sekolah juga memaparkan program layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang tersedia bagi murid untuk menangani persoalan emosional, sosial, maupun akademik yang dialami murid sekaligus membantu orang tua memahami bagaimana mendampingi anak secara tepat.
Sebagai bagian dari penegakan tata tertib, sekolah juga menyerahkan buku panduan tata tertib murid selama berada di budaya sekolah aman dan nyaman.
Buku ini memuat aturan kehadiran, etika berpakaian, perilaku di kelas dan lingkungan sekolah, serta sanksi yang berlaku bila aturan dilanggar.
“Pemberian buku tersebut dimaksudkan untuk menyelaraskan pemahaman antara sekolah dan rumah sehingga pembiasaan positif dapat berlangsung konsisten,” ujar Dorthea.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Nanang Widyanto, S.Pd., menjelaskan pertemuan ini merupakan sarana komunikasi efektif antara sekolah dan orang tua untuk saling bertukar informasi serta menyusun strategi bersama menghadapi tantangan pendidikan.
“Ini kesempatan bagi sekolah dan keluarga untuk berkolaborasi mendampingi anak, menemukan solusi atas permasalahan yang muncul, serta merencanakan masa depan murid,” ujar Nanang.
Nanang berharap, sinergi antara sekolah dan keluarga semakin kuat sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pelajar yang cerdas, disiplin, dan berkarakter.
(La Ramah)











