Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Dr. Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si., menyerahkan bantuan kepada 200 pelaku usaha di lima distrik berupa mesin, bahan baku, dan sembako, Jumat, 12 Juni 2026. (XTIFA/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Pemerintah Kota Jayapura (melalui Disperindagkop & UKM) menyalurkan bantuan mesin/peralatan, bahan baku, dan sembako.
• Program menargetkan 200 penerima yang tersebar di 5 distrik, dengan rincian klaster, yaitu 97 pelaku IKM, 39 koperasi, 45 pelaku UMKM, 16 pengrajin binaan Dekranasda Kota Jayapura.
• Memotivasi pelaku usaha agar lebih tekun, mandiri, dan menghasilkan produk berkualitas dan mendorong peningkatan omzet serta pendapatan guna memenuhi kebutuhan keluarga.
PEMERINTAH Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah menyerahkan paket bantuan usaha berupa mesin/peralatan, bahan baku, dan sembako kepada 200 pelaku usaha kecil menengah (IKM/UMKM), koperasi, serta pengrajin yang tersebar di lima distrik.
Penyerahan bantuan diselenggarakan secara simbolis di Terminal Entrop Jayapura, Jumat, 12 Juni 2026, dan dilanjutkan serah terima di halaman Gedung Dekranasda Kota Jayapura, Jumat, 31 Juli 2026.
Asisten I Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Evert Nicolas Merauje, S.Sos., M.Si., mewakili Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha.
Kepala Bidang Industri Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Dr. Achmad N. Saichul, M.ST., M.M., mengatakan tujuan program untuk memotivasi pelaku usaha agar semakin tekun mengelola usahanya sehingga dapat berkembang, mandiri, dan menghasilkan produk berkualitas.
Ia juga mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah kota untuk mendorong kemandirian usaha mikro dan kecil, serta meningkatkan kapasitas produksi hingga kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar.
“Dengan dukungan alat dan bahan, diharapkan usaha mereka dapat tumbuh sehingga pendapatan meningkat dan kebutuhan keluarga terpenuhi,” ujar Dr. Achmad.
Dijelaskannya, program ini menargetkan 200 penerima yang terbagi dalam beberapa klaster. Untuk bidang industri, terdapat 97 pelaku IKM yang menerima bantuan berkelompok, meliputi usaha batik, ikan asap.
Serta, keripik/krupuk/jajanan, mahkota (aksesori), minyak VCO, noken, pewarna alami, sambal, dan ukiran. Pembagian ini menyasar pelaku usaha di lima distrik guna pemerataan bantuan dan pengembangan sentra produksi lokal.
Sementara itu, bidang koperasi menerima dukungan untuk 39 koperasi desa/kelurahan Merah Putih, khususnya di sektor meubelair dan paket sembako guna memperkuat ekonomi lokal berbasis komunitas, serta meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi barang kebutuhan pokok.
Untuk sektor UMKM, sebanyak 45 pelaku usaha mendapat paket yang sesuai kebutuhan usaha mereka, antara lain kios, usaha roti/kue, kerajinan rajutan, dan paket sembako.
Selain itu, Dekranasda Kota Jayapura menyerahkan bantuan kepada 16 pengrajin binaan, fokus pada pembuatan noken dan mahkota, dengan tujuan melestarikan nilai budaya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Dr. Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si., menegaskan dukungan pemerintah kota tidak hanya sebatas penyerahan barang, tetapi juga disertai pembinaan teknis dan pendampingan usaha.
Menurutnya, kapasitas usaha akan ditingkatkan melalui pelatihan pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk agar bernilai tambah dan memenuhi standar pasar.
Selain itu, menjadi langkah konkrit Pemerintah Kota Jayapura dalam memperkuat ekosistem UMKM dan koperasi, menjaga kelestarian produk budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah berharap hasil program dapat dilihat dalam peningkatan omzet usaha dan kapasitas produksi pelaku di distrik-distrik yang menjadi sasaran,” ujar Dr. Alberto.
(La Ramah)











