Pelantikan secara daring dilakukan Ketua Pengurus Besar (PB) ABKIN, Prof. Dr. Muh. Farozin, M.Pd, yang terhubung dari Yogyakarta, Sabtu, 13 Juni 2026. (XTIFA/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Pelantikan Pengurus Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Papua masa bakti 2026–2029.
• Ketum PB ABKIN mengarahkan agar guru BK menjadi arsitek perkembangan karakter dan kesehatan mental peserta didik.
• Minimnya sarana konseling di sekolah pedalaman dan kebutuhan model layanan yang menjangkau murid di daerah dengan koneksi internet terbatas.
BERTEMPAT di Lantai 9 Gedung Kantor Gubernur Provinsi Papua, Sabtu, 13 Juni 2026, Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Provinsi Papua menggelar pelantikan pengurus masa bakti 2026–2029, berlangsung hibrida (luring dan daring).
Pelantikan secara daring dilakukan Ketua Pengurus Besar (PB) ABKIN, Prof. Dr. Muh. Farozin, M.Pd, yang terhubung dari Yogyakarta. Sementara, secara luring hadir sejumlah pejabat penting Papua.
Di antaranya Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Papua, Suzana D. Wanggai, S.Pd., M.Soc.Sc, Kepala Balai GTK Provinsi Papua, Fatkurohmah, S.Pd., M.Pd, para dosen, mahasiswa bimbingan konseling, serta puluhan guru BK dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua Panitia Pelaksana, Rachmat Indramawan, S.Pd, mengatakan pelantikan ini merupakan hasil persiapan matang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami mengusung tema ‘Penguatan Peran Guru BK dalam Mewujudkan Layanan Bimbingan dan Konseling yang Berkualitas di Papua’. Tema ini lahir dari kebutuhan mendesak akan layanan BK yang adaptif, profesional, dan kontekstual dengan tantangan geografis serta budaya Papua,” ujar Rachmat.
Ia juga mengatakan, sebanyak 40 pengurus resmi dilantik. Mereka terdiri atas akademisi, dosen bimbingan konseling, serta praktisi lapangan yakni Guru BK dari tingkat SMP, SMA, dan SMK yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Papua.
Acara ini juga dihadiri sekitar 100 peserta undangan, baik yang hadir langsung di ruang pelantikan maupun yang mengikuti melalui sambungan video konferensi.
Ketua PB ABKIN, Prof. Dr. Muh. Farozin, M.Pd, menekankan era digital telah mengubah lanskap pendidikan secara fundamental.
“Guru BK tidak lagi sekadar penasihat, tetapi harus menjadi arsitek perkembangan karakter dan kesehatan mental peserta didik. Di Papua, tantangannya lebih kompleks karena keterbatasan akses digital di daerah terpencil. Oleh karena itu, kepengurusan baru ABKIN Papua dituntut untuk melahirkan program-program inovatif berbasis kearifan lokal dan teknologi sederhana namun efektif,” ujar Farozin.
Asisten III Setda Papua, Suzana D. Wanggai, S.Pd., M.Soc.Sc, mewakili Gubernur Papua mengapresiasi atas terselenggaranya pelantikan ini. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua sangat mendukung penuh upaya peningkatan kualitas bimbingan konseling.
“Anak-anak Papua adalah generasi emas yang harus disiapkan mental, sosial, dan karirnya. Peran Guru BK sangat strategis dalam mendeteksi dini masalah belajar, konflik sebaya, hingga perencanaan masa depan siswa. Kami berharap ABKIN Papua menjadi mitra pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia unggul,” ujar Suzana.
Ketua I Pengurus ABKIN Papua yang baru dilantik, Drs. Eqberth Clemen’s Kopeuw, M.Pd, mengatakan pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian estafet kepemimpinan.
“Ini adalah momentum awal untuk memperkuat konsolidasi internal, membangun sinergi dengan Dinas Pendidikan, serta meningkatkan kompetensi profesi Guru BK di seluruh pelosok Bumi Cenderawasih. Kami akan fokus pada pendampingan teknis, pelatihan berkala, dan advokasi kebijakan yang berpihak pada layanan BK yang berkualitas,” ujar Eqberth.
Ia juga menyoroti tantangan nyata di lapangan, seperti minimnya sarana konseling di sekolah-sekolah pedalaman dan kebutuhan akan model layanan yang menjangkau murid di daerah dengan koneksi internet terbatas.
“Semua itu akan kami jadikan prioritas kerja. Kami mengajak seluruh anggota ABKIN Papua untuk bergerak bersama, tidak hanya di kota, tetapi hingga ke kampung-kampung,” ujar Eqberth.
(ldr)











