Ringkasan Berita
• Dana Bosda digunakan untuk membantu biaya pendidikan, seperti uang komite, sekolah, seragam, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan personal lainnya.
• Orang tua meminta dana Bosda langsung diberikan kepada murid, tidak dipotong lebih dahulu untuk keperluan sekolah.
• Penyaluran Bosda di SMPN 2 Jayapura diapresiasi, karena sekolah telah menyosialisasikan mekanisme penyaluran dan pemanfaatan bantuan kepada orang tua.
PENYALURAN dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) 2026 di SMP Negeri 2 Jayapura mendapat apresiasi dari orang tua murid.
Namun, orang tua murid meminta dana Bosda langsung diberikan kepada murid dan tidak dipotong lebih dahulu untuk keperluan di sekolah.
Jika dana langsung dipotong, tujuan Bosda untuk membantu anak bisa tidak tercapai. Selain itu, bantuan yang langsung diterima murid akan lebih mudah digunakan sesuai kebutuhan pendidikan.
“Juknis Bosda lebih baik diarahkan agar Bosda diberikan kepada anak. Untuk keperluan di sekolah seperti tunggakan bisa nanti di belakang,” ujar salah satu orang tua murid SMPN 2 Jayapura, Kondologit saat menghadiri penyaluran Bosda, Senin, 19 Oktober 2026.

Meski Bosda sangat membantu murid dan orang tua, kebijakan itu dinilai orang tua sangat penting, agar bantuan benar-benar dirasakan murid dan keluarga.
Di sisi lain, penyaluran Bosda di SMPN 2 Jayapura mendapat apresiasi karena pihak sekolah sudah menyosialisasikan kepada orang tua.
Sosialisasi dinilai penting agar orang tua memahami mekanisme penyaluran dan pemanfaatan bantuan. Ia berharap sekolah lain juga menempuh langkah serupa.
“Saya berharap penyaluran Bosda 2026 transparan dan tepat sasaran,” ujar Komdologit.
Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd., mengatakan Bosda 2026 berasal dari dana Otsus, sebagai sumber pembiayaan.
Penerima sebanyak 535 murid kelas 7, 8, dan 9. Murid Papua asli umum menerima sebesar Rp879 ribu, sedangkan murid OAP Port Numbay menerima sebesar Rp1,5 juta.
“Semua penerima sudah terdaftar di dana pokok pendidikan. Pendataan yang rapi membuat penyaluran lebih tertib,” ujar kepala sekolah.
Pembagian dana Bosda untuk murid kelas 7 sudah dimulai tanggal 9 Oktober. Pembagian untuk kelas 8 dijadwalkan 19 sampai 23 Oktober, sedangkan kelas 9 pada 26 sampai 30 Oktober.

Jadwal itu dibuat untuk memudahkan tim Bosda dalam menyalurkan bantuan. Dengan jadwal per tingkat, antrean penerima dapat dikendalikan.
Bosda digunakan untuk membantu biaya pendidikan murid, termasuk pembayaran uang komite, sekolah, pengadaan seragam, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan personal lainnya.
Dana langsung diterima murid. Setelah menerima uang, sekolah langsung mengarahkan murid ke koperasi sekolah.
Sekolah mengarahkan pembelian kebutuhan belajar melalui koperasi agar penggunaan dana lebih terarah.
“Harapan kami pihak sekolah dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk keperluan pendidikan anak baik baju, sepatu, dan lain-lain yang menjadi tanggung jawab orang tua sudah diringankan oleh pemerintah. Jadi, mohon sekiranya orang tua bisa benar-benar menyalurkan untuk pemanfaatan keperluan anak, jangan disalahgunakan,” ujar kepala sekolah.
(La Ramah)











