Ringkasan Berita
• Pentingnya tata kelola gudang bencana yang tertib dan transparan untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah di Papua.
• BPBD Papua mendorong seluruh BPBD kabupaten/kota menyiapkan gudang sesuai standar, dengan sistem distribusi logistik yang lancar, mudah dikelola, dan tepat waktu.
• Pelatihan bertujuan memperkuat kemampuan pengelolaan logistik dan peralatan penanggulangan bencana.
ASISTEN I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua, Yohanes Walilo, S.Sos., M.Si, menegaskan pentingnya tata kelola gudang bencana yang tertib dan transparan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan daerah.
Pernyataan itu disampaikan mewakili Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, S.I.K.,S.H.,M.H, saat menutup pelatihan manajemen pergudangan penanggulangan bencana, Rabu, 30 September 2026.
Menurut Yohanes, gudang bukan sekadar tempat menyimpan barang, tetapi bagian integral dari sistem pelayanan kemanusiaan.
“Pengelolaan yang baik harus mampu memastikan bantuan tepat jenis, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran,” ujar Yohanes.
Kepala BPBD Provinsi Papua, Dr. Robert Lukas Nadap Awi, ST., MT, mengatakan pemerintah provinsi mendorong agar seluruh BPBD kabupaten/kota menyiapkan gudang sesuai standar.
“Sistem distribusi logistik harus lancar, mudah dikelola, serta memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan tepat waktu,” ujar Dr. Robert.

Dr. Robert menjelaskan pelatihan manajemen pergudangan penanggulangan bencana menjawab tantangan khas Papua, seperti kondisi geografis yang sulit, keterbatasan akses transportasi, cuaca ekstrem, dan kebutuhan koordinasi lintas kabupaten/kota.
Pelatihan yang digelar di Grand Abe Hotel Jayapura, dari 28 s.d 30 September 2026, dan diikuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota se-Provinsi Papua dirancang untuk memperkuat kemampuan pengelolaan logistik dan peralatan penanggulangan bencana.
Selain itu, materi pelatihan mencakup seluruh siklus manajemen pergudangan, seperti perencanaan kebutuhan, penerimaan dan pemeriksaan barang, penataan serta penyimpanan, pencatatan dan pengendalian persediaan, hingga pengeluaran, distribusi, dan pelaporan barang.
Peserta dilatih agar mampu menerapkan prosedur operasional dalam pekerjaan sehari-hari sehingga proses distribusi dapat berjalan cepat, tertib, transparan, dan dapat ditelusuri.
Peserta juga diberi pemahaman tentang pengembangan sistem pergudangan yang efektif, termasuk pentingnya standar teknis dan administratif.
“Salah satu fokus yang ditekankan adalah ketersediaan fasilitas gudang yang memenuhi standar SNI agar penyimpanan barang dan peralatan lebih terlindungi dan mudah dikelola,” ujar Dr. Robert.
Selain aspek teknis, lanjut Dr. Robert, pelatihan membahas mekanisme evaluasi dan tindak lanjut untuk memastikan manajemen pergudangan yang dipelajari dapat diimplementasikan dan siap digunakan saat terjadi darurat.
Evaluasi ini juga dimaksudkan untuk menilai kesiapan prosedur distribusi serta akuntabilitas bantuan kemanusiaan.
Para peserta diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan kemampuan praktis untuk memperbaiki sistem pergudangan dan memperkuat kesiapsiagaan komunitas.
“Pemerintah Provinsi Papua berharap respons penanggulangan bencana menjadi lebih cepat, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memperlihatkan kehadiran negara dalam melindungi dan melayani masyarakat,” ujar Dr. Robert.
(La Ramah)











