Bermain, belajar, dan bernostalgia di Festival Basudara Nusantara PMA Holtekamp

Minggu, 13 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Festival Basudara Nusantara yang berlangsung di gedung baru PMA Holtekamp disambut antusias oleh peserta dan keluarga yang datang, Sabtu, 12 September 2026. (XTIFA/La Ramah)

Kegiatan Festival Basudara Nusantara yang berlangsung di gedung baru PMA Holtekamp disambut antusias oleh peserta dan keluarga yang datang, Sabtu, 12 September 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ringkaskan Berita

• Kegiatan bersifat edukatif dan rekreatif, memadukan pembelajaran ala Montessori dengan budaya dan permainan tradisional, sehingga murid siap secara holistik, akademik, fokus, dan mandiri saat masuk SD.

• Berfokus pada pengalaman eksplorasi anak yang aman dan menyenangkan. Orang tua diajak bernostalgia dan memahami pendekatan Montessori.

• Momen perkenalan gedung baru PMA Holtekamp kepada masyarakat. Gedung baru mendukung program pendidikan anak yang lebih beragam dan intensif.

 

PAPUA Montessori Academy (PMA) Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, menggelar “Festival Basudara Nusantara“, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 11 s.d 12 September 2026, dirancang sebagai kegiatan edukatif dan rekreatif untuk anak-anak usia 10 bulan hingga 10 tahun.

Festival dua hari ini memadukan kegiatan belajar ala Montessori dengan sentuhan budaya dan permainan tradisional, sekaligus menjadi momen perkenalan gedung baru PMA Holtekamp kepada masyarakat.

Kegiatan Festival Basudara Nusantara yang berlangsung di gedung baru PMA Holtekamp disambut antusias oleh peserta dan keluarga yang datang, Sabtu, 12 September 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ketua panitia, Zulfa Zanjabil Kastury, mengatakan festival ini berfokus pada pengalaman eksplorasi bagi anak-anak dengan keterlibatan langsung orang tua.

“Kami ingin menciptakan suasana di mana anak-anak dapat mengeksplorasi aktivitas sehari-hari secara aman dan menyenangkan, sementara orang tua diajak bernostalgia dan memahami pendekatan pembelajaran Montessori,” ujar Zulfa.

Baca Juga :  Pengurus koperasi di Kota Jayapura asah kompetensi RAT dan digitalisasi di hari terakhir pelatihan KDKMP

Zulfa menjelaskan rangkaian kegiatan di Festival Basudara Nusantara dirancang untuk merangsang aspek perkembangan anak secara holistik.

Zona sensorial menghadirkan alat dan bahan yang merangsang pancaindra, sementara area practical life menuntun anak pada keterampilan sehari-hari seperti menuang, menyusun, dan merapikan.

Area bahasa dan matematika memberikan stimulasi awal lewat permainan yang menyenangkan, sedangkan sesi seni dan face painting menjadi favorit yang mengundang tawa dan kreativitas.

Selain itu, festival mengangkat permainan tradisional nusantara untuk memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

Aktivitas seperti lompat tali, congklak, dan permainan tradisional lainnya dikemas sedemikian rupa agar aman dan mudah diikuti anak-anak.

Panitia juga menyediakan sesi sensory play yang memungkinkan anak mengeksplorasi tekstur, warna, dan bentuk melalui media yang aman.

Selain menemani anak, orang tua berkesempatan belajar langsung tentang metode Montessori dan cara menerapkannya di rumah.

Sesi demo dan tanya jawab dengan tenaga pengajar PMA disediakan untuk memberi wawasan praktis tentang mendukung perkembangan kemandirian dan rasa ingin tahu anak.

Kegiatan Festival Basudara Nusantara yang berlangsung di gedung baru PMA Holtekamp disambut antusias oleh peserta dan keluarga yang datang, Sabtu, 12 September 2026. (XTIFA/La Ramah)

Pendiri Papua Montessori Academy, Lydia Agustin, S.A.B., M.Pd., Dipl.Mont., kombinasi edukasi, hiburan, dan pelestarian budaya pada festival ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

Baca Juga :  Kunjungan OASE KIM dan apresiasi untuk kriya Port Numbay

Selain itu, festival ini merupakan perwujudan prinsip pendidikan Montessori yang menekankan kebebasan anak untuk memilih materi yang diminati.

“Keunggulan PMA terletak pada metode yang mengintegrasikan berbagai area pembelajaran, seperti sensori, praktikal life, bahasa, seni, dan matematika sehingga anak belajar sesuai ritme dan minatnya,” ujar Lydia.

Festival ini juga, lanjut Lydia menjadi ajang perkenalan gedung baru PMA Holtekamp kepada masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya.

Fasilitas yang lebih luas dan terorganisir, menurutnya, mendukung pelaksanaan program-program pendidikan anak yang lebih beragam dan intensif.

“Kami berharap ruang baru ini dapat menjadi tempat belajar yang hangat dan menyenangkan bagi anak-anak Papua,” ujar Lydia.

Lydia menambahkan PMA menawarkan program untuk berbagai kelompok umur, mulai Toddler (1,5–2 tahun), Non-Formal (2–4 tahun), hingga TK Montessori (4–7 tahun), dengan opsi jadwal Non-Formal (90 menit per sesi, 10 kali sebulan) dan Formal (3,5 jam per hari, Senin–Jumat).

Keunggulan lainnya Papua Montessori Akademy adalah metode Montessori berstandar internasional, yakni pembelajaran berpusat pada anak dan berbasis aktivitas langsung (learning by doing) untuk mengembangkan kemandirian, kreativitas, konsentrasi, serta fondasi kognitif, emosional, dan sosial.

Selain aspek akademik, sekolah sangat menekankan pembentukan soft skills dan akhlak mulia, memadukan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) dengan pembangunan karakter yang kuat.

Serta, ruang kelas dan area dapur khusus untuk menunjang pembelajaran life skill yang kontekstual, guru-guru yang berpengalaman dan memiliki kompetensi khusus di bidang Montessori sebagai fasilitator yang membimbing, bukan sekadar mengajar.

“Kami menargetkan murid untuk siap secara holistik (akademik, fokus, dan mandiri) saat memasuki jenjang SD, serta menjadi katalis peningkatan mutu pendidikan usia dini di Kota Jayapura,” ujar Lydia.

(La Ramah)

Berita Terkait

Kejari Jayapura sambut baik yustisi KTP-el dari Pemkot Jayapura
Dukcapil Jayapura luncurkan aplikasi Pace Mace Generasi V ABR bersamaan dengan operasi yustisi KTP-el
LT-II Kwarcab Kota Jayapura dorong lahirnya Pramuka berkarakter kuat dan berintegritas
LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter
PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional
5 distrik di Kota Jayapura teken komitmen perkuat Posyandu ILP
Dinkes Kota Jayapura perkuat layanan Posyandu melalui komitmen 6 SPM
PKBM ’Aisyiyah Surya Gemilang dorong SDM produktif lewat pelatihan menjahit

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:06

Kejari Jayapura sambut baik yustisi KTP-el dari Pemkot Jayapura

Senin, 2 November 2026 - 15:01

Dukcapil Jayapura luncurkan aplikasi Pace Mace Generasi V ABR bersamaan dengan operasi yustisi KTP-el

Minggu, 1 November 2026 - 19:58

LT-II Kwarcab Kota Jayapura dorong lahirnya Pramuka berkarakter kuat dan berintegritas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:03

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:52

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Berita Terbaru

LT II Pramuka Muara Tami diikuti seluruh Gugus Depan di wilayah Kwartir Ranting Muara Tami pada upacara pembukaan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Muara Tami di SD Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Kamis, 29 Oktober 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ragam Berita

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:03

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H, mencanangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional, dengan melepas balon gas di udara, Sabtu, 31 Oktober 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ragam Berita

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Okt 2026 - 19:52