Ringkasan Berita
• Kegiatan merupakan bagian dari program perencanaan dan pembangunan industri provinsi serta sub kegiatan fasilitas bantuan peralatan bagi IKM OAP di kabupaten/kota.
• Tujuan pelatihan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pelaku IKM.
• Peserta mendapatkan bantuan peralatan produksi briket untuk mendorong kelanjutan usaha setelah pelatihan.
SEBANYAK 14 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Orang Asli Papua (OAP) mengikuti penutupan pelatihan produksi briket arang yang digelar Gedung Dekranasda di Kota Jayapura, Sabtu, 12 September 2026.
Kegiatan berlangsung selama lima hari, dari 8 s.s 12 September 2026, dalam rangka program perencanaan dan pembangunan industri provinsi serta sub kegiatan fasilitas bantuan peralatan bagi IKM OAP di kabupaten/kota.

Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Dr. Achmad N. Saichul, M.ST., M.M., mengatakan pelatihan ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah kota memberikan pengetahuan, keterampilan, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pelaku IKM.
“Briket arang memiliki potensi ekonomi yang cukup baik karena bisa dikembangkan sebagai produk alternatif bahan bakar dengan memanfaatkan bahan baku lokal dan limbah biomassa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Dr. Achmad.
Dijelaskannya, peserta mendapatkan bantuan peralatan produksi briket yang guna mendorong kelanjutan usaha setelah pelatihan.
Selain praktik pembuatan briket, materi pelatihan juga mencakup perbaikan kemasan, pemanfaatan platform digital, dan strategi pemasaran.
Tujuannya agar produk briket tidak hanya berkualitas secara teknis, tetapi juga memiliki kemasan dan merek yang menarik sehingga dapat bersaing di pasar lebih luas.
“Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan melahirkan produk baru yang mampu memperkuat daya saing IKM OAP,” ujar Dr. Achmad.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd., menekankan bahwa penutupan kegiatan bukan akhir proses belajar.
“Setelah pelatihan ini selesai, saudara-saudara memasuki tahapan lebih penting yaitu mempraktikkan ilmu yang diperoleh dan mengembangkannya menjadi kegiatan usaha yang nyata,” ujar Majid.
Ia berharap peserta dapat segera memproduksi briket secara rutin dan mengakses pasar lebih luas melalui pemasaran digital.
Selain itu, konsisten menerapkan serangkaian proses produksi mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pencetakan, pengeringan, pengemasan hingga pemasaran.
“Adanya dukungan peralatan dan pembinaan berkelanjutan, pelatihan ini diharapkan menjadi awal lahirnya usaha-usaha baru yang mapan, mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi,” ujar Majid.
(La Ramah)











