Ringkasan Berita
• Paket perlengkapan sekolah untuk 126 murid SD (tas, seragam, buku tulis, pulpen) dan 1 guru (seragam keki) serta paket sembako, pakaian layak pakai, dan snack untuk anak-anak.
• Meringankan beban ekonomi korban dan memastikan kelangsungan proses belajar mengajar anak-anak yang sempat terganggu akibat musibah.
• Trauma healing tujuannya memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan perasaan, mengenali emosi, dan belajar mengelola stres agar dampak psikologis tidak berlanjut jangka panjang.
KELOMPOK Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Kota Jayapura, Papua, menyalurkan bantuan bagi korban musibah kebakaran di permukiman Dok V (belakang Stadion Mandala) dan menggelar trauma healing untuk anak-anak korban, Rabu, 9 September 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh jajaran K3S bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura serta dihadiri pejabat daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Ellen Montolalu, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bantuan utama yang disalurkan difokuskan pada kebutuhan pendidikan anak-anak yang terkena musibah.
“Kami memberikan paket perlengkapan sekolah kepada 126 murid SD serta satu orang guru. Paket tersebut berisi tas sekolah, seragam, buku tulis, pulpen, dan untuk guru disediakan satu set seragam keki sebagai bentuk dukungan moral dan profesional,” ujar Ellen.
Selain bantuan pendidikan, K3S Kota Jayapura juga menyalurkan paket sembako (sembilan bahan pokok), pakaian layak pakai, serta snack untuk anak-anak.
Bantuan dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga korban dan menjaga kelangsungan proses belajar mengajar anak-anak yang sempat terganggu akibat kebakaran.
“Harapan kami, bantuan ini dapat memberi semangat dan motivasi agar anak-anak kembali fokus pada pendidikan mereka,” ujar Ellen.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. Rustan Saru, M.M., yang hadir untuk memberikan dukungan moral kepada warga.
Hadir juga Asisten III Sekda Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, serta sejumlah kepala sekolah dan orang tua murid untuk menunjukkan perhatian dan dukungan.
Ketua K3S Kota Jayapura, Kusmanto, S.Pd., M.Pd., mengatakan bantuan dan trauma healing merupakan bagian dari program berkelanjutan K3S untuk memastikan korban, terutama anak-anak sekolah, mendapatkan dukungan holistik, baik secara material maupun psikososial.
Menurut Kusmanto, penanganan trauma pada anak perlu segera dilakukan agar dampak psikologis akibat kehilangan harta benda dan lingkungan tidak berlanjut menjadi hambatan belajar atau masalah emosional jangka panjang.
Selain itu, kegiatan trauma healing yang digelar menampilkan kegiatan interaktif dan permainan edukatif yang dipandu guru dan kepala SD.
Aktivitas ini bertujuan membuka ruang bagi anak-anak mengekspresikan perasaan, mengenali emosi, dan belajar teknik sederhana mengelola stres.
Para guru dan kepala sekolah mengombinasikan pendekatan permainan, cerita, dan kegiatan seni untuk menciptakan suasana yang aman dan mendukung pemulihan psikologis.
Orang tua murid, Juniati menyatakan rasa terima kasih atas bantuan dan berharap proses pemulihan lingkungan permukiman dapat segera berjalan, sehingga anak-anak bisa kembali ke aktivitas normal.
“Kegiatan hari ini diharapkan menjadi langkah awal pemulihan sosial dan pendidikan pasca kebakaran di Dok 5,” ujar Juniati.
(La Ramah)











