Pimpinan, pelatih, pendekar, atlet, murid, berpose bersama pada peringatan Milad ke-63 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah 242 Kota Jayapura, Sabtu, 1 Agustus 2026. (XTIFA/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Milad adalah momen refleksi atas pengabdian dan kaderisasi, bukan sekadar seremonial.
• Menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kolaborasi sekolah dengan perguruan.
• Rangkaian kegiatan dimeriahkan pentas seni dan seleksi atlet, dengan target meningkatkan prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
PERGURUAN seni bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah 242 Kota Jayapura, Papua, memperingati Milad ke-63, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kegiatan digelar di aula SMP Muhammadiyah Abepura, dan dihadiri oleh pimpinan, pelatih, pendekar, atlet, murid, serta keluarga besar Tapak Suci dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua Pimpinan Daerah 242 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Jayapura, Rahmat Zakat, mengatakan Tapak Suci Putera Muhammadiyah merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang sejak didirikan pada 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta, berperan penting dalam pembinaan generasi muda melalui pencak silat yang berpijak pada nilai-nilai Islam.
Rahmat juga mengatakan perayaan tahun ini bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ajang refleksi terhadap pengabdian, kaderisasi, pembinaan atlet, dan kontribusi organisasi bagi Muhammadiyah, agama, bangsa, serta negara.
“Tema Milad ke-63, ‘Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia,’ menjadi penegasan arah organisasi untuk tetap memegang nilai-nilai luhur warisan perguruan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Rahmat.
Selain itu, Tapak Suci merupakan gerakan syiar yang mampu menjadikan perguruan lebih modern, mandiri, dan berdaya saing di kancah internasional.
Rahmat menambahkan rangkaian Milad (ulang tahun) dimeriahkan dengan pentas seni sekaligus ajang seleksi atlet, termasuk ajang mempererat ukhuwah antaranggota serta memotivasi semangat latihan dan prestasi.
“Kekuatan Tapak Suci bukan hanya pada kemampuan fisik atau teknik bela diri, tetapi lebih pada iman, akhlak, ilmu, disiplin, persaudaraan, dan semangat pengabdian,” ujar Rahmat.
Rahmat juga mengatakan Tapak Suci Jayapura tercatat meraih prestasi sebagai juara umum pada beberapa kejuaraan daerah, dengan berharap capaian tersebut dapat ditingkatkan hingga tingkat nasional dan internasional.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Jayapura, Sukariyanto, S.IP., menegaskan peran perguruan dalam mendidik murid tidak hanya berfokus pada kemampuan beladiri tetapi juga pembentukan karakter sesuai nilai Muhammadiyah.
“Murid Tapak Suci datang dari berbagai tingkat pendidikan; ini menunjukkan jangkauan pembinaan yang luas dan pentingnya kolaborasi sekolah dengan perguruan untuk membentuk generasi unggul,” ujar Sukariyanto.
Sukariyanto menegaskan tujuan perayaan Milad tahun ini adalah mensyukuri perjalanan 63 tahun Tapak Suci, mempererat silaturahmi, memperkuat identitas sebagai perguruan yang berlandaskan nilai Islam dan Muhammadiyah, serta meningkatkan semangat kader untuk berlatih, berprestasi, dan mandiri.
Pengurus menekankan bahwa Milad menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat komitmen dalam melahirkan kader yang beriman, berakhlak, berilmu, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi bagi Muhammadiyah serta bangsa.
“Semangat motto Tapak Suci, “Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah,” kembali diingatkan sebagai landasan perjuangan kader ke depan,” ujar Sukariyanto.
(La Ramah)











