Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Sem Stenly Merauje, S.Pak., M.M., menyampaikan sambutan pada pembukaan sertifikat kompetensi pramusaji, Senin, 27 Juli 2026. (XTIFA/La Ramah)
Ringkasan Berita
• 25 peserta dari 10 kampung di Kota Jayapura mengikuti sertifikasi kompetensi di sektor pariwisata dan perhotelan.
• Sertifikasi menjadi bukti pengakuan kompetensi secara nasional (bukan sekadar dokumen).
• Layanan berkualitas mampu menarik kunjungan wisatawan.
SEBANYAK 25 pramusaji dari 10 kampung di Kota Jayapura, Papua, mengikuti sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, bekerja sama dengan lembaga sertifikasi di Hotel Jasmine Jayapura, Senin, 27 Juli 2026.
Program dari 27 s.d 29 Juli ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata dan perhotelan melalui pengakuan kompetensi berstandar nasional.
Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Badan Sertifikasi Nasional, Vitara, membuka peluang kerja lebih luas serta meningkatkan profesionalisme layanan di industri perhotelan.
Total 25 peserta berasal dari 10 kampung berbeda di Kota Jayapura, merupakan upaya pemerataan akses pelatihan dan sertifikasi bagi warga di seluruh wilayah kota.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Netty Kamawa, S.Pd, mengatakan peningkatan kualitas SDM khususnya pramusaji harus sesuai dengan standar nasional.
“Sertifikasi ini bukan sekadar dokumen, melainkan bukti bahwa tenaga kerja pariwisata kita memenuhi kompetensi yang diakui secara nasional,” ujar Netty.
Ia menambahkan, program tersebut juga merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri pariwisata dan perhotelan di Kota Jayapura.
Menurut Netty, peningkatan kompetensi tenaga pramusaji akan berkontribusi pada cita-cita menjadikan sektor pariwisata lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Selain itu, keterampilan yang terstandarisasi mendorong pemerataan pembangunan di Kota Jayapura, karena layanan pariwisata yang berkualitas dapat menarik kunjungan wisatawan dan menumbuhkan usaha lokal di berbagai kampung.
Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Sem Stenly Merauje, S.Pak., M.M., mewakili Wali Kota Jayapura, S.H., M.H, menekankan pentingnya pelayanan sebagai faktor utama penopang pariwisata dan industri perhotelan.
“Pelayanan menjadi bekal penting untuk meningkatkan daya saing destinasi dan usaha perhotelan kita,” ujar Sem.
Ia berharap, para peserta mengikuti rangkaian pelatihan dan ujian sertifikasi dengan sungguh-sungguh sehingga hasilnya memberi manfaat nyata bagi karier dan komunitas masing-masing.
Selain itu, keikutsertaan pramusaji dari beragam kampung juga dinilai dapat memperkaya ragam layanan lokal yang menampilkan kearifan budaya Papua.
Sehingga, mendukung pemulihan dan pengembangan pariwisata pasca-pandemi serta meningkatkan daya saing destinasi Jayapura di tingkat regional dan nasional.
Adapun materi yang diberikan selama kegiatan meliputi standar operasional pelayanan, teknik penyajian dan etika pramusaji, penanganan tamu, serta prosedur sertifikasi sesuai persyaratan Badan Sertifikasi Nasional.
Narasumber juga memberikan simulasi praktik dan studi kasus yang dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam situasi kerja riil di hotel dan restoran.
(La Ramah)











