Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd., berpose bersama tenaga pendidik usai workshop, Kamis, 16 Juli 2026.
Ringkasan Berita
• SMA Negeri 4 Jayapura menggelar workshop penyusunan Silabus, Capaian Pembelajaran (CP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) pada 15 s.d 17 Juli 2026 sebagai persiapan tahun ajaran 2026/2027.
• Hasil workshop tidak boleh sekadar administratif, tetapi harus menjadi langkah nyata peningkatan mutu. Perangkat ajar harus kontekstual, berorientasi pada murid, dan selaras dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik.
• Guru didorong meningkatkan kreativitas melalui strategi pembelajaran aktif, penggunaan media relevan dengan konteks lokal, serta pendekatan kolaboratif lintas mata pelajaran dalam menyusun materi.
SEKOLAH Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, menggelar workshop penyusunan silabus, capaian pembelajaran (CP), dan alur tujuan pembelajaran (ATP) di Hotel Horison Kotaraja, dari 15 s.d 17 Juli 2026, sebagai persiapan tahun pelajaran 2026/2027.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi sekolah untuk mendorong guru-guru bekerja lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif dalam menyusun perangkat ajar yang berkualitas dan berpusat pada kebutuhan murid.
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd., menegaskan agar hasil workshop tidak sekadar memenuhi aspek administratif, melainkan menjadi langkah nyata peningkatan mutu pembelajaran di kelas.
“Kita ingin semua perangkat pembelajaran yang disusun guru lebih kontekstual, berorientasi pada murid, dan selaras dengan karakteristik serta kebutuhan murid,” ujar Widya dalam rilisnya di Jayapura, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia juga mengatakan, workshop yang melibatkan seluruh guru sekolah ini menekankan pentingnya penyusunan silabus yang jelas, penetapan capaian pembelajaran yang terukur, serta penyusunan alur tujuan pembelajaran (ATP) yang rapi dan sistematis.
Selain itu, dengan perangkat yang lengkap dan terintegrasi, guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna sehingga berdampak positif pada prestasi akademik dan nonakademik murid.
Salah satu poin penting yang diangkat dalam workshop adalah peran wali kelas pada awal tahun pembelajaran.
Kepala sekolah mengatakan, presentasi wali kelas di awal semester harus dimanfaatkan sebagai ruang membangun sinergi antara sekolah, murid, dan orang tua.
Dalam presentasi tersebut, wali kelas diminta menyampaikan visi sekolah, budaya kerja, target pembelajaran, tata tertib, program penguatan karakter, serta bentuk pendampingan yang akan diberikan selama satu tahun.
Menurutnya, langkah ini dapat memperkuat komunikasi antara pihak sekolah dan keluarga serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap proses pendidikan di sekolah.
Selain fokus pada dokumen pembelajaran, workshop juga mendorong guru untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam metode pengajaran.
Materi diskusi meliputi strategi pembelajaran aktif, penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan konteks lokal, dan pendekatan kolaboratif antar-guru untuk menyusun materi lintas mata pelajaran.
“Pembelajaran yang menarik dan relevan membuat murid lebih termotivasi, itu tujuan akhir dari penyusunan silabus dan ATP yang baik. Komitmen kolektif seluruh warga sekolah menjadi kunci keberhasilan implementasi dokumen-dokumen tersebut,” ujar Widya.
Kepala sekolah berharap SMA Negeri 4 Jayapura terus berkembang menjadi sekolah berprestasi yang unggul dalam mutu pembelajaran, disiplin, karakter, dan inovasi, sehingga para lulusan tidak hanya berprestasi tetapi juga memiliki iman, karakter, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Untuk itu, Widya mengajak seluruh pihak, baik guru, tenaga kependidikan, murid, dan orang tua untuk bersama-sama berkarya, berinovasi, dan berprestasi demi mewujudkan SMA Negeri 4 Jayapura yang semakin unggul.
“Semangat kolaborasi dan komitmen terhadap kualitas pembelajaran akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi dan misi sekolah terutama untuk meningkatkan capaian akademik dan kualitas karakter murid,” ujar Widya.
(La Ramah)











