MKKS SMP/MTs Kota Jayapura bahas kalender pendidikan dan pencegahan kekerasan

Kamis, 16 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Magister Manajemen Program Studi Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih, Dr. Drs. Yulius Mataputun, M.Pd., Kons., memaparkan penguatan kepemimpinan kepala sekolah dalam mewujudkan budaya damai di sekolah, Kamis, 16 Juli 2026. (XTIFA/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Pembahasan difokuskan pada dua hal besar, yaitu penyusunan kalender pendidikan dan strategi pencegahan kekerasan untuk menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

• Disepakati untuk menyamakan acuan hari efektif belajar dan kegiatan akademik sepanjang tahun, agar pelayanan pendidikan konsisten di seluruh sekolah.

• Rencana tindak lanjut enam bulan ke depan meliputi pelatihan guru/tenaga kependidikan, pembentukan tim respons cepat di setiap sekolah, serta sosialisasi kepada orang tua dan murid.

 

 

MUSYAWARAH Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs se-Kota Jayapura, Papua, membahas penyusunan kalender pendidikan dan strategi pencegahan kekerasan di budaya sekolah aman dan nyaman.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung PGRI Kota Jayapura, Kamis, 16 Juli 2026, dan dihadiri para kepala sekolah dan pengurus MKKS.

Wakil Ketua MKKS SMP/MTs Kota Jayapura, Abraham Fainsenem, M.Pd., mewakili Ketua MKKS Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan salah satu fokus pertemuan adalah finalisasi kalender pendidikan.

“Pembahasan kalender pendidikan menjadi prioritas agar seluruh sekolah memiliki acuan seragam dalam pelaksanaan program pembelajaran dan kegiatan akademik sepanjang tahun,” ujar Abraham.

Ia juga mengatakan, kesepakatan kalender dianggap penting untuk menyelaraskan hari efektif belajar dan kegiatan sekolah, sehingga pelayanan pendidikan tetap konsisten bagi murid.

Selain kalender, musyawarah mengangkat topik “Hari Belajar Guru”, dalam rangka meningkatkan kompetensi, kinerja dan profesionalisme guru serta tenaga kependidikan secara berkelanjutan, berdasarkan Surat Edaran Menteri pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 5684 / MDM.BI/HK.04.00/2025 tentang Hari Belajar Guru.

Baca Juga :  Mulai 15 Juni 2026 Sensus Ekonomi, Pemkot Jayapura minta pelaku usaha terbuka

Dalam Surat Edaran ini disebutkan, setiap guru wajib mengikuti kegiatan Hari Belajar Guru sebanyak satu kali dalam
seminggu.

Selain itu, Hari Belajar Guru dilaksanakan melalui Forum Kolektif dan Kolaboratif seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) atau forum sejenis lainnya.

Kegiatan difokuskan pada Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), berbagi praktik baik, penyusunan perangkat pembelajaran, dan inovasi metode pengajaran.

Hari Belajar Guru tidak mengganggu jam tatap muka efektif murid. Waktu pelaksanaan diatur olah satuan pendidikan/kelompok kerja dengan mempertimbangkan kondisi sekolah.

Kepala Sekolah wajib memberikan izin, dukungan sarana prasarana, dan memfasilitasi guru untuk mengikuti kegiatan ini.

Hasil kegiatan Hari Belajar Guru didokumentasikan dan dilaporkan secara berkala kepada Kepala Dinas Pendidikan melalui Pengawas Sekolah atau pejabat bidang terkait dI lingkungan Dinas Pendidikan.

Selain itu, kegiatan juga menekankan penguatan kepemimpinan kepala sekolah dalam mewujudkan budaya damai di budaya sekolah aman dan nyaman.

Salah satu tujuan strategis adalah pencegahan tawuran dan tindakan bullying yang belakangan menjadi perhatian bersama.

Musyawarah juga membahas pemahaman persepsi terkait berbagai bentuk kekerasan yang mungkin terjadi di dalam maupun luar lingkungan sekolah, termasuk upaya deteksi dini, mekanisme pelaporan yang ramah anak, dan langkah-langkah intervensi yang sesuai.

Peserta diberi penjelasan tentang karakteristik kekerasan perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi, serta indikator awal yang harus diwaspadai oleh tenaga pendidik.

Baca Juga :  Laode Safaati Syaifudin usung visi "Rumah Besar yang Teduh" saat menahkodai KKST Papua

Abraham menegaskan komitmen MKKS untuk mengawal pelaksanaan program dan mengevaluasi hasilnya secara berkala.

“Kegiatan musyawarah kerja ini diharapkan menjadi pijakan bagi peningkatan mutu layanan pendidikan di Kota Jayapura sekaligus memperkuat iklim yang aman dan inklusif bagi murid,” ujar Abraham.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih, Dr. Drs. Yulius Mataputun, M.Pd., Kons., sebagai narasumber memaparkan mengenai pencegahan kekerasan di sekolah.

Dr. Yulius menekankan perlunya peran aktif sekolah dalam membantu orang tua mendidik anak, baik dalam konteks pencegahan kekerasan fisik maupun nonverbal.

“Sekolah harus menjadi mitra keluarga. Kolaborasi yang kuat antara guru, kepala sekolah, dan orang tua sangat penting untuk mencegah perundungan, kekerasan seksual, dan tindakan intoleran,” ujar Dr. Yulius.

Sebagai tindak lanjut, dikatakan Dr. Yulius, direncanakan program jangka enam bulan ke depan, yang berfokus pada pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.

Rencana tersebut mencakup pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan, pembentukan tim respons cepat di setiap sekolah, serta sosialisasi kepada orang tua dan murid.

“Diharapkan melalui musyawarah kerja ini, dapat mengurangi insiden kekerasan dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi semua anak,” ujar Dr. Yulius.

Sebagai informasi, Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan FKIP Uncen, Dr. Drs. Yulius Mataputun, M.Pd., Kons bersama Prof. Dr Auldry F. Walukow, M.Si. sedang melaksanakan pengabdian pada masyrakat bagi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kota Jayapura.

(La Ramah)

Berita Terkait

Kejari Jayapura sambut baik yustisi KTP-el dari Pemkot Jayapura
Dukcapil Jayapura luncurkan aplikasi Pace Mace Generasi V ABR bersamaan dengan operasi yustisi KTP-el
LT-II Kwarcab Kota Jayapura dorong lahirnya Pramuka berkarakter kuat dan berintegritas
LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter
PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional
5 distrik di Kota Jayapura teken komitmen perkuat Posyandu ILP
Dinkes Kota Jayapura perkuat layanan Posyandu melalui komitmen 6 SPM
PKBM ’Aisyiyah Surya Gemilang dorong SDM produktif lewat pelatihan menjahit

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:06

Kejari Jayapura sambut baik yustisi KTP-el dari Pemkot Jayapura

Senin, 2 November 2026 - 15:01

Dukcapil Jayapura luncurkan aplikasi Pace Mace Generasi V ABR bersamaan dengan operasi yustisi KTP-el

Minggu, 1 November 2026 - 19:58

LT-II Kwarcab Kota Jayapura dorong lahirnya Pramuka berkarakter kuat dan berintegritas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:03

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:52

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Berita Terbaru

LT II Pramuka Muara Tami diikuti seluruh Gugus Depan di wilayah Kwartir Ranting Muara Tami pada upacara pembukaan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Muara Tami di SD Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Kamis, 29 Oktober 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ragam Berita

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:03

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H, mencanangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional, dengan melepas balon gas di udara, Sabtu, 31 Oktober 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ragam Berita

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Okt 2026 - 19:52