Ringkasan Berita
• Penerima dana Bosda sebanyak 535 murid dari kelas 7, 8, dan 9.
• Membantu kebutuhan pendidikan murid dan meringankan beban orang tua.
• Jadwal penyaluran untuk kelas 7 mulai 9 Oktober, kelas 8 pada 19 s.d 23 Oktober, dan kelas 9 pada 26 s.d 30 Oktober.
SEKOLAH Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, mulai menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk tahun anggaran 2026 kepada 535 murid.
Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd, mengatakan bantuan itu diberikan untuk membantu kebutuhan pendidikan murid dan meringankan beban orang tua.
Dijelaskan jumlah penerima terdiri dari murid kelas 7, 8, dan 9. Pembagian diberikan dalam dua kategori sesuai status penerima, yaitu murid asli Papua (umum) dan asli Papua (Port Numbay).
Murid OAP kategori umum menerima bantuan sebesar Rp879.000 per murid, sementara murid OAP (Port Numbay) menerima bantuan lebih besar yaitu Rp1.500.000 per murid.
Semua penerima sudah tercatat di data pokok pendidikan sehingga pembagian dapat dilaksanakan secara teratur.
Untuk mengatur alur penyaluran, sekolah menyusun jadwal pembagian sesuai kelas. Penyaluran untuk murid kelas 7 dimulai sejak 9 Oktober.
Sementara itu, murid kelas 8 dijadwalkan menerima bantuan pada rentang 19 s.d 23 Oktober, dan murid kelas 9 dijadwalkan pada 26 s.d 30 Oktober.
Menurut kepala sekolah, jadwal tersebut dibuat agar tim Bosda dapat bekerja lebih teratur dan untuk menghindari kerumunan saat penyerahan dana.
Sosialisasi terkait mekanisme dan jadwal penyaluran Bosda sudah dilakukan kepada orang tua dan wali murid, agar bantuan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) benar-benar memberi manfaat bagi keluarga murid.
Sekolah menegaskan bahwa mekanisme penyaluran dirancang transparan dan akuntabel serta proses penyaluran berjalan lancar.
Dana diserahkan langsung kepada murid yang telah terdaftar, kemudian sekolah mengarahkan penerima untuk memanfaatkan layanan koperasi sekolah setelah menerima dana.
Langkah ini dimaksudkan agar bantuan dapat digunakan untuk keperluan sekolah, termasuk pembayaran uang komite, pengadaan seragam, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan personal lainnya yang menunjang proses belajar.
Petugas tim Bosda mencatat tidak ada kendala signifikan selama pembagian, dan protokol administrasi penyerahan serta tanda terima dijalankan sesuai ketentuan.
Kepala sekolah juga mengimbau agar orang tua mendampingi anak saat menerima bantuan dan memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan pendidikan.
“Sekolah terus memantau penggunaan bantuan, agar tujuan Bosda dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan bagi murid di SMPN 2 Jayapura dapat tercapai,” ujar kepala sekolah.
(La Ramah)











