Ringkasan Berita
• Festival Port Numbay 2026 sebagai ajang promosi budaya dan penggerak ekonomi kreatif pesisir Kota Jayapura.
• Kegiatan berupa pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, pameran produk UMKM, aktivitas wisata bahari, stan kuliner tradisional Papua, hiburan rakyat untuk seluruh keluarga.
• Pantai Holtekamp dan Kampung Skouw dinilai strategis, memiliki akses pantai menarik, dan berpotensi menjadi titik kunjungan wisata baru.
PEMERINTAH Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata siap menyelenggarakan Festival Port Numbay 2026, dari 16 s.d 18 Oktober 2026.
Kegiatan tiga hari itu akan berlangsung di kawasan Pantai Holtekamp 1 dan 2 serta Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, yang dirancang untuk menonjolkan potensi pariwisata, seni budaya, serta ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, S.IP., M.Si, mengatakan festival tahunan ini dimaksudkan menjadi ruang bersama bagi warga dan pelaku usaha untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta menarik minat wisatawan.
“Festival ini bukan hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya, potensi wisata, kreativitas masyarakat dan produk ekonomi kreatif Kota Jayapura,” ujar Richard dalam rilisnya di Jayapura, Senin, 28 September 2026.
Mengusung tema “Hupalang Ali Luma Ali – Satu Hati, Satu Tujuan”, Festival Port Numbay akan menggabungkan sajian seni tradisional dan kontemporer, pameran produk UMKM, serta beragam aktivitas wisata bahari.
Tujuannya untuk menargetkan partisipasi luas dari komunitas lokal, pelaku ekonomi kreatif, hingga generasi muda untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan mereka di hadapan publik maupun wisatawan.
Selama pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni dan budaya khas Port Numbay, stan kuliner yang menyajikan hidangan tradisional Papua, serta pameran produk lokal dari usaha mikro, kecil, dan menengah.
Selain itu, akan tersedia wahana aktivitas bahari yang memanfaatkan lokasi pantai, serta hiburan rakyat yang dirancang untuk seluruh keluarga.
Kombinasi kegiatan ini dianggap mampu meningkatkan durasi tinggal wisatawan dan mendorong perputaran ekonomi di kawasan pesisir.
Pemilihan Pantai Holtekamp 1 dan 2 sebagai lokasi utama dipandang strategis, karena memiliki akses pantai yang menarik dan potensi untuk menjadi titik kunjungan wisata baru.
Selain memberikan pengalaman wisata, lokasi tersebut juga diharapkan menjadi pemicu aktivitas ekonomi kreatif dan usaha lokal di sekitar kawasan, termasuk penginapan, kuliner, serta jasa wisata.
Untuk itu, seluruh lapisan masyarakat diimbau berpartisipasi aktif menyukseskan festival, sehingga melestarikan nilai-nilai budaya Port Numbay.
Sekaligus momentum memperkuat identitas daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, serta memperkuat posisi Kota Jayapura sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan pesisir.
(La Ramah/Andris)











