Ringkasan Berita
• Juara I dari SMAN 5 Jayapura, Juara II SMAN 1 Jayapura, Juara III SMA Papua Kasih. Harapan I SMAN 8 Jayapura, Harapan II SMA Pembangunan V Yapis, Harapan III SMAN 4 Jayapura.
• Festival musikalisasi puisi diharapkan menjadi batu loncatan untuk literasi, membaca, menulis, dan melestarikan sastra Papua, serta terus berlanjut untuk memperkuat literasi di lingkungan pendidikan.
• Fasilitator dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, serta komunitas sastra lokal. Diikuti 50 murid dari berbagai SMA di Kota Jayapura.
FESTIVAL musikalisasi puisi tingkat SMA Kota Jayapura 2026 yang digelar tiga hari, 27 s.d 29 Agustus 2026 di Auditorium FKIP Universitas Cenderawasih (Uncen) berlangsung lancar dan meriah.
Berdasarkan rilis Pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kasih sekaligus pemrakarsa festival, Sri Kurnawati, S.Pd., M.Pd, Sabtu, 29 Agustus 2026, mengatakan festival diikuti 50 murid dari berbagai SMA.
Mereka bersaing sekaligus berkolaborasi mengangkat puisi menjadi karya musik dan pertunjukan panggung.
Mengusung tema “Gema Port Numbay: Menyanyikan Puisi, Menghidupkan Budaya Sastra”, festival ini difasilitasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan dukungan komunitas sastra lokal.
Rangkaian acara dimulai dengan pelatihan intensif pada hari pertama. Dalam sesi pembekalan, peserta menerima materi penulisan puisi.
Serta, teknik musikalitas puisi, pengolahan kata, aransemen musik, vokal, ekspresi panggung, dan teknik menampilkan karya sastra di atas panggung.
Materi tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan peserta menggabungkan unsur sastra dan musik sehingga puisi dapat “hidup” saat dipentaskan.
Hari kedua menjadi arena lomba musikal puisi, di mana setiap tim menampilkan interpretasi mereka terhadap puisi yang banyak mengangkat tema cerita rakyat, sejarah, dan kekayaan budaya Papua.
Penampilan peserta dinilai dewan juri profesional berdasarkan kualitas penulisan, pengolahan musik, vokal, ekspresi panggung, dan daya tarik keseluruhan pertunjukan.
Puncak rangkaian pada hari ketiga ditandai dengan Pentas Festival Sastra Kota Jayapura yang menampilkan karya-karya terbaik peserta dalam sebuah ruang apresiasi seni.
Dewan juri mengumumkan pemenang festival dengan SMAN 5 Jayapura keluar sebagai Juara I. Posisi Juara II ditempati SMAN 1 Jayapura, sedangkan Juara III diraih SMA Papua Kasih.
Penghargaan harapan turut diberikan kepada SMAN 8 Jayapura (Harapan I), SMA Pembangunan V Yapis (Harapan II), dan SMAN 4 Jayapura (Harapan III).
Penyelenggara menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya festival, termasuk fakultas FKIP Uncen yang menjadi tuan rumah, para guru pendamping, dewan juri, panitia, komunitas sastra, dan sponsor.
Ucapan khusus juga diarahkan kepada para peserta yang berani tampil dan berkarya, serta para guru yang sabar membimbing.

Diharapkan kegiatan ini tidak berhenti pada kompetisi semata tetapi menjadi batu loncatan bagi generasi muda untuk terus membaca, menulis, mencipta, dan mempertahankan kekayaan sastra Papua.
Selain itu, para peserta dan pendamping menyampaikan kesan positif, mereka menilai festival memberi ruang belajar untuk mengembangkan keterampilan menulis, berkolaborasi, serta mengekspresikan budaya lewat seni pertunjukan.
Wakil Dekan 1 FKIP Uncen, Servo Partrik Kocu, S.Pd., M.A., Ph.D., secara resmi menutup festival tersebut mengapresiasi inisiatif TBM Kasih dan seluruh pihak penyelenggara yang telah mempertemukan generasi muda dengan medium sastra dan musik.
Festival ini dinilainya sebagai bentuk nyata perhatian dan komitmen bersama untuk mengembangkan potensi sastra di sekolah dan masyarakat.
Diharapkannya, festival ini terus berlanjut untuk memperkuat literasi di lingkungan pendidikan, sekaligus menghidupkan gema karya generasi muda dari Kota Jayapura untuk Papua dan Indonesia.
(La Ramah)











