Panitia, peserta, dan pemateri berpose bersama pada pembukaan pelatihan sumber daya manusia pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Best Western Sagita Hotel Jayapura, Rabu, 5 Agustus 2026. (XTIFA/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Materi dikonsentrasikan pada dasar-dasar pembukuan serta teknik pembukuan khusus untuk badan usaha koperasi.
• Materi mencakup pencatatan simpanan anggota, pinjaman, biaya operasional, bagi hasil, serta praktik langsung menggunakan jurnal, buku besar, neraca, dan laporan laba rugi.
• Pelatihan bertujuan sebagai penguatan kapasitas kelembagaan KDKMP, meningkatkan kualitas layanan anggota, dan memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi lokal.
SEBANYAK 78 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti hari ketiga pelatihan sumber daya manusia (SDM), yang digelar di Best Western Sagita Hotel Jayapura, Jumat, 7 Agustus 2026.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, dari 5 s.d 8 Agustus 2026, menghadirkan pembekalan materi akuntansi dasar dan penyusunan laporan keuangan untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Pada sesi hari ketiga, fokus materi diarahkan pada dasar-dasar pembukuan serta teknik pembukuan yang khas bagi badan usaha koperasi, yang disampaikan oleh pakar yang juga dosen Akuntansi Universitas Cenderawasih (UNCEN), Dr. Bill Pangayow, SE, M.Si, Ak, CA.
Dengan pengalaman akademis dan praktis di bidang akuntansi, Dr. Bill menyampaikan materi secara sistematis dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan.
Dr. Bill membuka sesi dengan menjelaskan prinsip-prinsip dasar akuntansi yang harus dipahami setiap pengurus koperasi.
Ia menekankan pentingnya pencatatan transaksi keuangan yang rapi dan konsisten sebagai fondasi tata kelola koperasi yang sehat.
“Pembukuan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan alat manajerial untuk mengambil keputusan dan menjaga kepercayaan anggota,” ujar Dr. Bill.
Selanjutnya, pemateri memperkenalkan modul pembukuan koperasi yang menyesuaikan karakteristik kegiatan usaha koperasi, seperti pencatatan simpanan anggota, pinjaman, biaya operasional, dan bagi hasil.
Dr. Bill mempraktikkan cara mencatat transaksi sehari-hari menggunakan contoh jurnal, buku besar, serta penyusunan neraca dan laporan laba rugi sederhana.
Pendekatan studi kasus membuat peserta dapat langsung melihat implikasi pencatatan yang benar terhadap laporan keuangan.
Salah satu topik penting yang dibahas adalah analisis dan penyusunan “Anansa Laporan Keuangan”, istilah yang dipakai untuk merujuk pada analisis wajar atas kondisi keuangan koperasi.
Dalam sesi ini, Dr. Bill mengajarkan langkah-langkah penyusunan laporan keuangan yang informatif, termasuk penyusunan catatan atas laporan keuangan yang memuat kebijakan akuntansi dan penjelasan pos-pos penting.
Ia juga menekankan perlunya transparansi dan keterbukaan informasi kepada anggota sebagai bentuk akuntabilitas pengurus.
Sejumlah pengurus mengajukan pertanyaan terkait pencatatan hutang-piutang antar anggota, pengelompokan pos biaya, dan prosedur audit internal yang sederhana namun efektif.
Sehingga, menghadirkan diskusi interaktif yang membantu memecahkan masalah praktis yang sering dihadapi koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Koperasi Disperindagkop dan UKM yang juga menjabat ketua panitia, Apriani Paskah, S.E., mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan KDKMP.
Tujuannya untuk meningkatkan kualitas layanan kepada anggota sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi lokal.
Diharapkan, setelah mengikuti rangkaian pelatihan ini, para pengurus memiliki kemampuan pembukuan yang memadai untuk mengelola koperasi secara profesional dan transparan.
(La Ramah)











