Pemateri pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen Koperasi Merah Putih (KDKMP) Kota Jayapura, memaparkan pendalaman materi kepada 78 pengurus koperasi di Kota Jayapura, Kamis, 6 Agustus 2026. (XTIFA/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Mengasah kemampuan menyusun proposal bisnis (pitch deck) dan membangun kemitraan strategis.
• Membangun model bisnis berkelanjutan, bukan sekadar mendirikan gerai, untuk ketahanan pangan, layanan dasar, dan penciptaan lapangan kerja.
• Pelatihan ini membekali pengurus dengan strategi teknis yang langsung diterapkan agar koperasi lebih tangguh dan berdampak bagi perekonomian lokal.
PADA hari kedua pelatihan sumber daya manusia (SDM) pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kota Jayapura, Papua, 78 pengurus koperasi mengikuti rangkaian materi yang fokus mengasah kemampuan menyusun proposal bisnis hingga membangun kemitraan strategis.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Jayapura itu digelar selama empat hari, dari 5 s.d 8 Agustus 2026, bertempat di Best Western Sagita Hotel Jayapura.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Dr. Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengurus koperasi sebagai ujung tombak pemberdayaan ekonomi lokal.
Menurut Alberto, koperasi di tingkat desa dan kelurahan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, menyediakan layanan dasar, serta menciptakan lapangan kerja jika dikelola secara profesional.
“Sasaran kita bukan sekadar mendirikan gerai, tetapi membangun model bisnis berkelanjutan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi anggota,” ujar Dr. Alberto ditemui di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis, 6 Agustus 2026.
Dr. Alberto menjelaskan, agenda pelatihan hari kedua menghadirkan beberapa narasumber dari instansi provinsi dan mitra strategis.
Hernefy Manginte, S.E., dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Provinsi Papua menyampaikan materi menyusun proposal bisnis atau pitch deck serta mitigasi risiko.
Materi ini dirancang membantu pengurus merumuskan rencana usaha yang menarik bagi investor atau lembaga pembiayaan, sekaligus menyiapkan langkah antisipatif terhadap potensi risiko operasional dan pasar.
Hernefy menekankan struktur pitch deck yang jelas: visi misi koperasi, analisis pasar, model pendapatan, rencana operasional, proyeksi keuangan, dan strategi mitigasi risiko.
Hernefy juga memberikan contoh sederhana cara menyusun proyeksi arus kas dan skenario respons bila terjadi gangguan pasokan atau perubahan harga.
Sesi selanjutnya dipimpin oleh Aan As Arri Wijaya dari Perum Bulog Wilayah Papua yang mengupas pembangunan kemitraan strategis untuk penguatan koperasi desa/kelurahan Merah Putih.
Aan menunjukkan peluang kolaborasi antara koperasi dengan Bulog dan pelaku rantai pasok lokal, seperti pemasokan kebutuhan pokok, penjaminan distribusi, serta alur logistik yang efisien.
“Kemitraan membuka akses pasar dan stabilitas pasokan bagi koperasi. Dengan kerja sama yang tepat, koperasi dapat menjadi ujung tombak distribusi bahan pokok di komunitas mereka,” ujar Aan.
KODIM 1701/Jayapura juga hadir memberikan perspektif tentang strategi pembangunan dan pengelolaan gerai koperasi Merah Putih.
Penekanan pada aspek keamanan, koordinasi wilayah, dan peran institusi publik dalam mendukung keberlangsungan gerai menjadi bagian penting dalam paparan mereka.
Yovanska Mangge, SE., MM dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Provinsi Papua menutup rangkaian materi hari kedua dengan membahas pengembangan model bisnis untuk berbagai jenis gerai koperasi desa/kelurahan Merah Putih.
Model yang dipaparkan mencakup gerai sembako, apotik, pergudangan/cold storage, gerai kantor/klinik, gerai logistik, dan gerai simpan-pinjam.
Yovanska menekankan pentingnya diversifikasi produk dan layanan, manajemen stok yang baik, serta tata kelola keuangan yang transparan.
Sehingga, tantangan nyata di lapangan, seperti keterbatasan modal, akses pasar yang sempit, dan tantangan logistik dapat diatasi demi keberlanjutan dan daya saing koperasi.
“Pelatihan KDKMP ini diharapkan memberi bekal teknis dan strategi yang dapat langsung diterapkan pengurus koperasi di Kota Jayapura, yang lebih tangguh dan berdampak bagi perekonomian lokal,” ujar Dr. Alberto.
(La Ramah)











