Beredar luas video AI Prof. Djokosoetono, Mintarsih: Faktanya tidak seperti itu

Jumat, 25 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr. Mintarsih A. Latief Sp.KJ (kiri) saat berbincang dengan kolega. (XTIFA/Istimewa)

Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr. Mintarsih A. Latief Sp.KJ (kiri) saat berbincang dengan kolega. (XTIFA/Istimewa)

Ringkasan Berita

• Sebelumnya beredar video AI berdurasi 1 menit 35 detik di media sosial yang mengisahkan secara singkat tentang Prof. Djokosoetono dan menuai banyak respons netizen.

• Ada dugaan upaya penculikan saudara kandung yang dilaporkan oleh koordinator tim penculik ke Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

• Kisah viral itu dianggap mengingkari jasa 3 pendiri Blue Bird lain yang sama-sama menyetor modal dan membesarkan perusahaan.

 

PSIKIATER dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr. Mintarsih A. Latief Sp.KJ angkat bicara soal penyalahgunaan cerita Prof. Djokosoetono yang dikaitkan dengan Blue Bird.

“Faktanya tidak seperti itu, Blue Bird berdiri enam tahun setelah meninggalnya Prof. Djokosoetono, yang terkenal dalam mempertahankan kejujurannya yang patut dibanggakan,” ujar Mintarsih kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Menurutnya, dengan berulang-ulangnya kata-kata tentang kejujuran, terkesan sebagai upaya agar Blue Bird dengan banyak perampasan saham diragukan kebenarannya.

“Dahulu Blue Bird memang jujur, namun kejujuran ini hilang oleh keinginan kekayaan yang berada di atas kapasitasnya. Semua pendiri yang bukan Brigjen Pol. Chandra maupun Purnomo disingkirkan dan dirampas sahamnya yang dimulai dengan dugaan penganiayaan pemegang saham Wanita yang berusia 74 tahun. Adanya upaya penculikan saudara kandungnya yang dilaporkan oleh koordinator tim penculik ke Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” ungkap Mintarsih.

Baca Juga :  SMA UTC Jayapura gelar turnamen futsal perdana targetkan agenda tahunan
Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr. Mintarsih A. Latief Sp.KJ saat memenuhi undangan Presiden Soeharto. (XTIFA/Istimewa)

Berita yang dikemukakan oleh pemerintah Singapura, yaitu MAS (Monetary Authority of Singapore) yang tercantum di media The Strait Times Singapore tanggal 10 Oktober 2017 menyebutkan adanya aset milik sejumlah klien asal Indonesia yang disimpan di Unit Trust Standard Chartered di Guernsey, yang dipindahkan ke Singapore pada akhir tahun 2015, tidak dapat diabaikan.

“Beritanya sampai ke PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan). Berita ini disusul oleh berita di surat kabar di Indonesia tanggal 21 Nopember 2017, yang menyebutkan adanya dugaan ”money laundering” antara lain oleh perusahaan angkutan besar di Indonesia,” bebernya.

Lebih lanjut, kata Mintarsih, cerita tentang keadaan sebelum berdirinya Blue Bird yang penuh dengan ketidak benaran, perlu diralat agar tidak menjatuhkan nama baik Prof. Djokosoetono sebagai guru besar hukum.

“Cerita ini menambahkan kebohongan bahwa Ibu Djokosoetono mengambil jalan keluar dengan menjajakan telur dari pintu ke pintu untuk mengatasi keadaan keuangan, sebagaimana mbok-mbok yang tinggal di gang-gang. Kejadian ini tidak pernah terjadi.,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Mintarsih, juga disebutkan bahwa sepeninggalnya Prof. Djokosoetono, keluarga ini nyaris kehilangan tempat tinggal, padahal telah meninggalkan dua rumah di daerah Menteng yang merupakan hadiah yang diberikan pemerintah.

Baca Juga :  Musyawarah Kota PSMTI Jayapura, Staf Ahli Gubernur tekankan peran strategis bagi Papua

“Pada saat Blue Bird didirikan, yaitu enam tahun setelah Prof. Djokosoetono meninggal, dua diantara tiga anak yang sudah menjadi dokter. Sehingga anak-anak yang ada di gambar lebih pantas untuk dinyatakan sebagai cucu-cucu dari dua putra yang dilahirkan pada saat usia mereka masih remaja. Disinilah ibunda (Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono) harus bekerja keras demi membesarkan 3 anak, 2 menantu dan 2 cucu, yang dimulai jauh sebelum Blue Bird berdiri,” ulasnya.

Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr. Mintarsih A. Latief Sp.KJ bersama Dewan Muda Magang DPR RI. (XTIFA/Istimewa)

Mintarsih mengungkapkan, bahwa cerita atau kisah dalam film singkat yang disebar itu juga mengingkari jasa dari 3 pendiri Blue Bird yang lain yang sama-sama menyetor modal dan sama-sama membesarkan Perusahaan Blue Bird, dan bukan jasa mantan mahasiswa 100 kendaraan yang menyajikan taksi tanpa proposal, yang akhirnya disingkirkan bagaikan air susu dibalas dengan air tuba. Tanpa adanya ketiga pendiri tersebut, Blue Bird tidak mungkin berdiri.

“Demikian kisah Blue Bird yang merebut saham-saham dari para pemegang saham yang lain. Sisi negatif Blue Bird yang terungkap sangat bertentangan dengan hati nurani Prof. Djokosoetono,” tutur Mintarsih.

Sebelumnya beredar di berbagai platform media sosial video AI atau artificial intelligence (kecerdasan buatan) dengan durasi 1 menit 35 detik yang mengisahkan secara singkat tentang Prof. Djokosoetono dan menuai banyak respon dari netizen.

(La Ramah)

Berita Terkait

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter
PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional
5 distrik di Kota Jayapura teken komitmen perkuat Posyandu ILP
Dinkes Kota Jayapura perkuat layanan Posyandu melalui komitmen 6 SPM
PKBM ’Aisyiyah Surya Gemilang dorong SDM produktif lewat pelatihan menjahit
Wali Kota Jayapura rotasi pejabat OPD bersamaan dengan pelantikan Pj Sekda
Wali Kota Jayapura soroti kesenjangan realisasi fisik dan keuangan pada monitoring meja triwulan III
SMPN 2 Jayapura tanamkan cinta budaya dan bangsa lewat peringatan Sumpah Pemuda
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:03

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:52

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:50

5 distrik di Kota Jayapura teken komitmen perkuat Posyandu ILP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:06

Dinkes Kota Jayapura perkuat layanan Posyandu melalui komitmen 6 SPM

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:26

PKBM ’Aisyiyah Surya Gemilang dorong SDM produktif lewat pelatihan menjahit

Berita Terbaru

LT II Pramuka Muara Tami diikuti seluruh Gugus Depan di wilayah Kwartir Ranting Muara Tami pada upacara pembukaan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Muara Tami di SD Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Kamis, 29 Oktober 2026. (XTIFA/Istimewa)

Ragam Berita

LT II Pramuka Muara Tami fokus bentuk karakter

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:03

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mewakili Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H, mencanangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional, dengan melepas balon gas di udara, Sabtu, 31 Oktober 2026. (XTIFA/La Ramah)

Ragam Berita

PGRI Kota Jayapura canangkan HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 31 Okt 2026 - 19:52