Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan pada workshop penguatan ekosistem pendidikan di SMA Negeri 4 Jayapura, Rabu, 15 Juli 2026. (XTIFA/Istimewa)
Ringkasan Berita
• SMA Negeri 4 Jayapura menggelar workshop tiga hari untuk menyusun silabus, menganalisis capaian pembelajaran, dan mengembangkan pembelajaran berbasis proyek (kokurikuler) guna memperkuat kompetensi guru.
• Workshop ini diharapkan melahirkan perangkat pembelajaran inovatif, menguatkan karakter murid, serta memperkuat sinergi sekolah dengan dinas, orang tua, dan dunia usaha.
• Transparansi anggaran dari dana komite sekolah dan penyaluran dana BOS untuk meningkatkan akuntabilitas.
SEKOLAH Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menggelar workshop tiga hari terkait penyusunan silabus, analisis capaian pembelajaran, dan pengembangan pembelajaran berbasis proyek (kokurikuler), dari 15 s.d 17 Juli 2026 di Hotel Horison Kotaraja, Rabu, 15 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti 90 peserta yang terdiri dari 71 guru, 9 tenaga kependidikan, 7 mitra, dan 3 pelatih ekstrakurikuler, serta dihadiri pengawas pembina SMA, Kresencia Lesomar, S.Pd., M.Pd.
Ketua panitia pelaksana, Idam Setiawan, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan workshop diselenggarakan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas dan selaras dengan Capaian Pembelajaran.
“Tujuan kami adalah menghasilkan dokumen pembelajaran yang mendukung proses memuliakan murid yang efektif, bermakna, dan berpusat pada murid,” ujar Idam.
Selama tiga hari, lanjutnya, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pemaparan materi, diskusi, dan praktik langsung penyusunan silabus serta analisis capaian pembelajaran.
Selain itu, narasumber pada kegiatan ini adalah Pengawas SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Sudiman, M.Pd., yang membimbing guru-guru melalui metode penyusunan tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, serta penerapan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran mendalam.
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya peningkatan kualitas perangkat pembelajaran sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
“Pelatihan ini diharapkan mendorong inovasi pembelajaran dan penguatan karakter murid, sehingga lulusan SMA Negeri 4 lebih siap menghadapi tantangan selanjutnya,” ujar Widya.
Widya menjelaskan, hari pertama workshop dimanfaatkan untuk pemaparan program kerja tahunan oleh wali kelas. Presentasi tersebut memberikan ruang bagi para guru untuk memaparkan rencana pembelajaran.
Serta, strategi pembinaan peserta didik, dan target capaian kompetensi selama satu tahun ajaran. Sesi ini membantu menyamakan persepsi antara wali kelas dan tim sekolah dalam pelaksanaan program pendidikan.
Hari kedua difokuskan pada penguatan kapasitas guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, khususnya pada penyusunan silabus dan teknik pembelajaran mendalam.
Peserta diajak melakukan praktik langsung penyusunan dokumen pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi serta relevansi antara materi, metode, dan penilaian.
Selain aspek kurikulum sebagai pengalaman hidup, lanjut Widya, workshop juga memberikan perhatian pada penguatan sarana dan prasarana, komunikasi publik (humas), serta tata kelola program sekolah.
Panitia memberikan kesempatan bagi perwakilan BOS dan komite sekolah untuk memaparkan penyaluran dana Semester I tahun 2026 (Januari–Juni).
Presentasi transparansi anggaran tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada seluruh pemangku kepentingan terkait penggunaan dana, sekaligus meningkatkan akuntabilitas di lingkungan sekolah.
Momentum workshop juga dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama dengan pihak eksternal. Terdapat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak sekolah dengan mitra, yakni Bank Mandiri, Genza, dan Good Say.
Menurutnya, kerja sama ini akan membuka akses sumber daya tambahan untuk pengembangan program kokurikuler dan kegiatan kewirausahaan murid.
Selain MoU, dilakukan penandatanganan kontrak pelatih ekstrakurikuler dan peluncuran pengurus komite sekolah yang baru.
“Kami ingin guru mampu merancang pembelajaran yang menumbuhkan karakter dan potensi setiap siswa melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis proyek,” ujar Widya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., menepis anggapan bahwa perubahan kurikulum hanya urusan administrasi.
Ia menegaskan, implementasi kurikulum yang efektif membutuhkan pembekalan berkelanjutan bagi guru, dukungan sarana, dan keterlibatan mitra.
“Peningkatan kualitas pendidikan adalah tanggung jawab bersama; pelatihan seperti ini memperkuat sinergi antara sekolah, dinas, orang tua, dan dunia usaha,” ujar Rocky.
Ia berharap, hasil workshop akan melahirkan perangkat pembelajaran yang lebih inovatif, relevan, dan sesuai kebutuhan murid sehingga peningkatan mutu pembelajaran dan capaian belajar pada tahun ajaran berjalan dapat diwujudkan.
(La Ramah)











