Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd., berpose dengan muridnya yang mengikuti seleksi tim futsal yang akan berlaga di Wali Kota Cup 2026, Sabtu, 11 Juli 2026. (XTIFA/La Ramah)
Ringkasan Berita
• SMPN 9 Jayapura menggelar seleksi futsal untuk menjaring dan mengembangkan bakat atlet muda.
• Seleksi ini sebagai persiapan menghadapi turnamen Wali Kota Cup 2026 yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
• Penilaian dilakukan secara objektif oleh pelatih lokal, meliputi aspek teknik, fisik, dan sikap (kerja sama) agar tim solid secara kolektif.
SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menyeleksi pemain futsal sebagai bagian dari upaya mencari dan mengembangkan bakat atlet muda menjelang turnamen Wali Kota Cup 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Kegiatan ini berlangsung di lapangan sekolah, Sabtu, 11 Juli 2026 diikuti 50 murid kelas VII yang antusias menunjukkan kemampuan mereka.
Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan seleksi ini bertujuan tidak hanya untuk memilih pemain terbaik, tetapi juga untuk memetakan potensi dan memberikan landasan pelatihan yang sistematis bagi para murid yang berminat mengembangkan kemampuan futsalnya.
“Mempertahankan prestasi jauh lebih sulit, ketimbang merebut prestasi yang sudah dicapai,” ujar Panjaitan.
Panjaitan juga mengatakan, keberlanjutan prestasi olahraga sekolah membutuhkan proses panjang, termasuk pembinaan yang konsisten, latihan intensif, dan pendampingan psikologis agar para atlet muda mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.
“Hasil dari seleksi ini akan ditindaklanjuti untuk pelatihan intensif agar mereka lebih siap dalam setiap turnamen baik kota hingga provinsi,” ujar Panjaitan.
Seleksi yang berlangsung sehari itu meliputi beberapa rangkaian tes, mulai dari kemampuan teknik dasar seperti passing, dribbling, dan finishing.
Hingga permainan mini untuk menilai kecerdasan taktik dan kerja sama tim. Pendamping tim futsal oleh pelatih futsal lokal, memantau setiap peserta dengan cermat.
Selain itu, proses seleksi dilakukan secara objektif dengan penilaian berbasis kriteria teknis dan non-teknis, agar membantu murid memperoleh pengalaman kompetitif yang lebih luas.
“Kami menilai aspek teknik, fisik, dan juga sikap selama latihan serta kerja sama dalam permainan. Ini penting agar tim yang terbentuk tidak hanya kuat secara individu, tetapi juga kompak secara kolektif,” ujar Panjaitan.
Panjaitan berharap, tim yang dibentuk nantinya mampu mewakili SMPN 9 dengan performa maksimal di ajang Wali Kota Cup 2026.
Ia menegaskan komitmen lembaga untuk memfasilitasi kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian penting dalam pengembangan karakter murid.
“Olahraga bukan sekadar mencari juara, tetapi juga mendidik karakter, kerja sama, dan semangat pantang menyerah,” ujar Panjaitan.
Panjaitan menambahkan, seleksi ini menjadi bagian dari agenda rutin SMPN 9 dalam memperkuat eksistensi tim futsal sekolah serta menjaga kesinambungan prestasi di bidang olahraga antar sekolah.
Salah satu peserta, Daniel, murid kelas VII, mengungkapkan kegembiraannya saat mengikuti seleksi. Ia mengaku mengikuti seleksi karena hobi dan berharap bisa lolos ke tim inti sekolah.
“Kalau diterima saya berikan yang terbaik,” ujar Daniel.
Pernyataan serupa datang dari Iskandae, yang juga kelas VII. Ia mengaku kecintaannya pada olahraga menjadi motivasi utama mengikuti seleksi.
“Setelah diterima, saya ingin membanggakan orang tua dan guru,” ujar Iskandae.
Iskandae berharap, program pembinaan ini memberi kesempatan bagi murid untuk mengembangkan bakatnya sekaligus menanamkan disiplin dan sportifitas.
Nama-nama yang lolos pada seleksi tim futsal SMP Negeri 9 Jayapura adalah Muh. Al Habsi, Fasya R Hamjani, Muh. Aska R.P Rivai, Jericko S.I Aibini, Josepus Dede Maury, Juan El Sama Mahuze, Iskandae N. Mayai, Muh. Al Vizar, Muh. Fadli Nanda Pratama.
(La Ramah)











