Ringkasan Berita
• Kemenangan diraih berkat penampilan yang memadukan teknik marching band modern dengan unsur budaya Papua.
• Tim membawa semangat persahabatan serta pesan positif tentang kebangsaan dan kearifan lokal.
• Prestasi diharapkan memicu generasi muda Kota Jayapura aktif dalam ekstrakurikuler dan mempertahankan tradisi seni lokal.
TIM marching band Gita Pranada Wiyata dari SMAN 4 Jayapura meraih juara pertama lomba drumband kategori SMA/SMK pada Festival Budaya Biak–Melanesia 2026.
Festival yang menjadi arena unjuk kebolehan murid dari berbagai daerah di wilayah Melanesia ini berlangsung pada 19 s.d 21 Oktober 2026.
Berdasarkan rilis SMAN 4 Jayapura, Jumat, 23 Oktober 2026, Gita Pranada Wiyata pertama kali ikut festival sehingga memberi warna baru untuk SMA dan SMK di Kabupaten Biak.
Tim memperoleh nilai 442,5 dan unggul berkat penampilan yang memadukan teknik marching band modern dengan unsur budaya Papua.
Tim terdiri dari 97 murid, didampingi 20 official serta 16 anggota komite dan orang tua. Dukungan rombongan besar dinilai penting untuk menjaga semangat dan konsentrasi tim.
Kepala SMAN 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd, mengatakan prestasi ini buah dari proses panjang latihan dan pembentukan karakter, bukan sekadar piala.
Marching band merupakan ekstrakurikuler unggulan. Latihan intensif tidak hanya mengasah teknik dan koreografi, tetapi juga menanamkan disiplin, kerja sama tim, dan tanggung jawab.
Penampilan Gita Pranada Wiyata pada festival menampilkan repertoar yang merepresentasikan kekayaan budaya Papua, namun disajikan dalam aransemen marching band yang dinamis dan atraktif.
Selain menunjukkan kemampuan musikal dan koreografis terbaik, berbagi hal baru dan baik untuk pelajar di Biak.
Diantaranya membawa semangat persahabatan serta pesan-pesan positif tentang kebangsaan dan kearifan lokal.
Festival menjadi panggung penting untuk saling bertukar budaya dan berkarya, serta kesempatan bagi pelajar memperluas wawasan dan membangun jejaring seni-kultural.
Pengalaman bertanding memberi motivasi baru untuk terus mengembangkan kemampuan dan melestarikan budaya daerah melalui seni pertunjukan.
Prestasi ini diharapkan memicu generasi muda Kota Jayapura aktif dalam ekstrakurikuler dan mempertahankan tradisi seni lokal.
(La Ramah)











