Ringkasan Berita
• Fasilitas yang dibangun seperti flying fox, banana booth, gapura masuk, pintu tiket berbasis elektronik.
• Dinas mendorong peran swasta dan perbankan untuk mendukung pembangunan infrastruktur.
• Peningkatan pengunjung akan memberi pemasukan bagi pengelola dan meningkatkan PAD Kota Jayapura.
DINAS Pariwisata Kota Jayapura terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan daya tarik sektor pariwisata daerah. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, pemerintah kota tetap bergerak maju dengan melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur di berbagai objek wisata unggulan.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas adalah Pantai Pasir 2 Holtekamp yang terletak di Distrik Muara Tami. Di kawasan ini, Dinas Pariwisata membangun berbagai wahana dan fasilitas penunjang, antara lain wahana permainan flying fox, banana booth, gapura masuk, serta pintu masuk tiket berbasis elektronik.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, S.IP., M.Si, optimis fasilitas-fasilitas modern ini mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung.
Meskipun anggaran yang tersedia terbatas, pihaknya tetap berkomitmen melakukan pembangunan di lokasi-lokasi wisata. Menurutnya, prioritas utama diberikan kepada objek wisata yang telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kota Jayapura.
“Prioritas utama kami adalah objek wisata yang telah memiliki Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Kota Jayapura, sesuai dengan nota kesepahaman antara Wali Kota Jayapura dan 14 kampung adat di Kota Jayapura,” ujar Richard dalam rilisnya di Jayapura, Ahad, 26 April 2026.
Ia menjelaskan, sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, ia mengakui anggaran yang bersumber dari Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas saja tidak mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur wisata.
“Kalau hanya mengandalkan DPA Dinas, memang tidak mencukupi. Kami mendorong dan mengharapkan pihak swasta serta perbankan yang saat ini berencana mendukung kami dalam pembangunan infrastruktur ini,” tambahnya.
Richard optimistis keberadaan fasilitas penunjang seperti flying fox dan gerbang tiket elektronik akan mampu menarik minat wisatawan. Ia meyakini peningkatan jumlah pengunjung pada akhirnya akan memberikan pemasukan nyata bagi pengelola objek wisata sekaligus meningkatkan PAD Kota Jayapura.
“Fasilitas yang lebih modern dan variatif menjadi salah satu faktor penentu minat wisatawan. Kami ingin Pantai Pasir 2 tidak hanya menjadi tempat rekreasi keluarga, tetapi juga destinasi yang kompetitif di tingkat regional,” ujarnya.
Ke depan, lanjutnya, Dinas Pariwisata juga berharap seluruh objek wisata yang ada di Kota Jayapura dapat segera melakukan PKS dengan pemerintah, sehingga setiap pengelola wisata akan mendapat fasilitas pembangunan dan perhatian khusus dari Pemkot Jayapura.
Menurutnya, langkah ini sebagai strategi jitu untuk memajukan sektor pariwisata di Bumi Port Numbay (Kota Jayapura). Selain itu, pendekatan ini juga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui kontribusi sektor wisata yang semakin kompetitif dan modern.
“Sinergi antara pemerintah, swasta, perbankan, dan masyarakat adat, optimisme untuk menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung PAD Kota Jayapura bukanlah hal yang mustahil. Pantai Pasir 2 Holtekamp diharapkan menjadi percontohan bagi destinasi wisata lain di kota ini,” ujarnya.
(La Ramah/Andris)











