Kepala SMAN 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd., menutup pelaksanaan MPLS 2026 dengan melepas atribut peserta, Jumat, 10 Juli 2026. (XTIFA/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Penutupan MPLS SMAN 4 Jayapura diikuti 614 murid baru pada Jumat, 10 Juli 2026 setelah berlangsung sejak 6 Juli 2026.
• Kegiatan lapangan dan diskusi kelompok bertujuan melatih keterampilan sosial dan kepemimpinan. Disiplin dan ketekunan belajar adalah modal utama meraih prestasi.
• Murid baru diharapkan segera beradaptasi, menerapkan nilai MPLS, dan aktif berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
SEKOLAH Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 614 murid baru Tahun Ajaran 2026/2027, Jumat, 10 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak 6 Juli itu, ditutup secara resmi di halaman sekolah dengan agenda penguatan nilai disiplin, semangat belajar, dan pembentukan budaya aman dan nyaman yang ramah.
Kepala SMAN 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya disiplin dan ketekunan belajar sebagai modal utama bagi para peserta didik untuk meraih prestasi.
Widya mengajak murid untuk memanfaatkan kesempatan belajar di sekolah serta menjaga sikap dan perilaku yang mencerminkan karakter unggul.
“Selamat datang di SMA Negeri 4 Jayapura. Teruslah belajar dan berprestasi serta menjadi kebanggaan Papua,” ujar Widya.
Ia menambahkan, disiplin bukan hanya soal mematuhi peraturan, tetapi juga membangun kebiasaan belajar yang konsisten dan tanggung jawab terhadap tugas akademik.
Selain itu, materi yang disampaikan meliputi penyuluhan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), pencegahan bullying, program adiwiyata (sekolah ramah lingkungan), tata tertib sekolah, pemaparan sarana dan prasarana, pengenalan ekstrakurikuler, serta kurikulum dan kebijakan pembelajaran.
Panitia juga memasukkan materi tentang tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) untuk menanamkan sikap sosial positif sejak dini.
Para pembicara berasal dari internal sekolah, instansi terkait, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat yang dihadirkan untuk memperkaya pengalaman murid.
“Tema MPLS tahun ini, yaitu membentuk generasi beriman, berkarakter, berprestasi, dan berwawasan lingkungan, menjadi dasar penyusunan berbagai materi yang diberikan selama lima hari,” ujar Widya.
Widya juga mengajak orang tua untuk berkolaborasi dalam membangun budaya disiplin dan semangat belajar pada anak, sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk mencapai tujuan pendidikan.
Ketua Komite SMAN 4 Jayapura, Jefry Robaha, mengatakan keterlibatan orang tua dan komite sekolah menjadi faktor penting dalam mendukung proses adaptasi murid baru pada budaya aman dan nyaman (lingkungan sekolah).
“Pelaksanaan MPLS tahun ini menunjukkan keseriusan sekolah dalam menyiapkan murid baru. Komite siap mendukung program-program yang mendorong prestasi akademik dan pembentukan karakter anak,” ujar Jefry.
Pengawas Pembina SMAN 4 Jayapura, Kresencia Lesomar, S.Pd., M.Pd., mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter dan keterampilan abad ke-21.
“Program MPLS yang menyentuh aspek lingkungan, anti-bullying, dan pencegahan narkoba sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak kita saat ini. Sekolah dan keluarga harus terus bekerja sama untuk menciptakan pengalaman belajar yang aman dan kondusif,” ujar Kresencia.
Ketua panitia MPLS SMAN 4 Jayapura, Felisia, S.Pd., mengatakan selama kegiatan MPLS, para murid mengikuti rangkaian aktivitas yang dirancang untuk memperkenalkan aturan sekolah, fasilitas, serta kesempatan pengembangan diri melalui ekstrakurikuler.
Selain itu, kegiatan lapangan dan diskusi kelompok juga digunakan untuk melatih keterampilan sosial dan kepemimpinan murid, agar mencetak lulusan yang beriman, berkarakter, berprestasi, dan peduli lingkungan.
“Saya berharap para murid baru dapat segera menyesuaikan diri, menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama MPLS, dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolah demi mencapai prestasi akademik maupun non-akademik,” ujar Felisia.
(La Ramah)











